My First Trip to Singapore

IMG_6908_crop

Sebelumnya, maaf, tulisan ini bukan bermaksud pamer atau mau ngiming-imingi temen2 yang belum pernah ke Singapura. Sebenarnya malu mau nulis ini, banyak temen yang sudah biasa ke Singapura dan ada yang sudah pernah tinggal di sana. Tulisan ini sebagai oleh2 buat temen2 yang gak kebagian oleh2 kemarin, sekaligus melunasi tagihan seniorku😀 Oya, buat yang lagi sulit ngontrol lapar mata nya, gak usah baca aja😛

Perjalanan Pertamaku ke Singapura

Awal bulan ini, aq dan adek perempuanku ambil cuti 3 hari, kebetulan dilanjut dengan 2 hari libur nasional berturut-turut, jadi agak panjang lah libur kami. Kami silaturahim ke tempat paklik, adik bungsu ibukku yang hampir 20 tahun tinggal di Batam, Kepulauan Riau. Ini pertama kalinya kami ke sana.

Perjalanan selama liburan di Batam gak usah kutulis di sini ya, ntar kepanjangen😛

Singkat kata, pas paklik dan istrinya libur kerja, kami diajak nyeberang ke pulau sebelah, Pulau Singapura. Kami pergi bertujuh, paklik dan istri, kami berdua, dan tiga ponakan bulik yang salah satunya jadi tour guide kami.

Kami naik kapal feri kecil, berisi sekitar 200-an orang penumpang yang menyeberangkan kami ke Singapura dalam waktu kurang lebih 45 menit saja. Jarak Batam – Singapura cukup dekat, kami bisa melihat gedung-gedung Singapura dari Batam, di tempat yang agak tinggi.

Kami naik feri pertama dari Pelabuhan Internasional Sekupang, Batam. Jadwal penyebarangan jam 06.00 WIB, tapi kami berangkat pagi buta karena kami masih harus check in dan antri di bagian imigrasi pelabuhan. Kami sholat subuh di pelabuhan. Musholanya bersih dan rapi, apalagi untuk ukuran fasilitas umum di Indonesia (Hii…maaf…)

Sesampainya di pelabuhan Singapura, cukup terkejut dengan betapa panjangnya antrian imigrasi. Pagi itu, buanyaakk banget yang masuk Singapura lewat pelabuhan. Mungkin karena itu memang hari libur untuk Indonesia. Sekitar satu setengah jam kami berdiri membentuk ular antrian. Keluar dari imigrasi berasa lega dan lapang, alhamdulillaah… Sebelum ke mana-mana kami sarapan dulu, bawa bekal nasi rendang dari rumah biar lebih hemat😀 kasihan adekku, karena gak suka daging, jadi cuma makan nasi putih dan kuah rendang.

Selama di Singapura, kami memakai transportasi MRT (Mass Rapid Transport), kereta umum yang berada di bawah tanah. Kami harus membeli sebuah kartu elektronik untuk keluar masuk setiap stasiun. Karena kami hanya sehari di sana, kami membeli kartu seharga $12 berisi $7 pulsa. Kartu ini berlaku untuk 5 tahun dan bisa diisi ulang. Setiap orang harus pegang kartu sendiri2. Di setiap stasiun ada counter pelayanan kartu elektronik ini, untuk pembelian, isi ulang pulsa, penggantian jika ada kerusakan, dan pelayanan pelanggan lainnya. Setiap keluar dari stasiun, pada saat menempelkan kartu kita bisa lihat berapa sisa pulsanya. Semakin jauh jarak yang kita tempuh, pulsa yang berkurang semakin besar.

Pertama kami turun di Raffles Place. Jalan sedikit ke patung Merlion alias singa muntah😛

Buanyak banget wisatawannya,,, dan sebagiannya orang2 yang sekapal dengan kami, ada rombongan PLN Batam juga =D

Habis itu kami maen ke pasar souvenir di daerah Bugis. Namanya oleh2, isinya macem2, aneka gantungan kuci, tempelan kulkas, aneka kerajinan bentuk patung dan plakat, tas, dan lain-lain. Mayoritas pedagang berasal dari etnis China, mereka bisa bahasa melayu juga.

Setelah itu kami berjalan kaki ke Masjid Sultan. Beberapa blok dari situ, melewati Rumah Sakit Raffles yang besar itu.

Kami sampai Masjid Sultan sekitar pukul 12.30 waktu Singapura. Nah, bodohnya kami, kami pikir waktu Singapura sama dengan waktu Batam. Biasanya jam 12an sudah dhuhur di Batam. Karena merasa sudah telat, setelah ambil air wudhu kami naik ke lantai 2 (women area) dan langsung sholat dhuhur. Sebelum sholat sempat heran, kok paklikku di bawah keliatan santai duduk2 aja, apa gak sholat?

Nah, ternyata, tak lama setelah sholat terdengar adzan dhuhur. Hiks… Adek ngecek jam tangannya ternyata jam 12 waktu Batam. Yaahh…

Geli, merasa bodoh, tapi bersyukur banget bisa dapet jamaah sholat dhuhur di sana. Alhamdulillaah… ^_^

Di mana pun itu, masjid selalu menjadi tempat terindah dan ternyaman buatku.

Setelah itu kami mencari makan. Di negeri yang mayoritas non muslim, tentu saja makanan halal tidak ada di sembarang tempat, di pinggir jalanan seperti di Indonesia. Oya, catatan, biaya hidup di Singapura tidak murah, maka akan lebih baik tidak terlalu sering berhitung dan mengkonversi dalam rupiah ya… tapi juga perlu ngecek isi dompet juga, biar gak kebablasan =D

Menurut si Igo, ponakan yang jadi guide kami, Little India dan Chinatown biasa aja, atas permintaan bulik, kami ke Orchard. Berhubung kami gak tahu ya mending ngikut aja. Ada ION di sana. Tempat belanja barang2 branded. Ada beberapa patung warna warni, katanya sih, artis suka foto di situ. Aduuhh,,, Bukan gue banget…

Akhirnya kami cuma foto2 aja, ada sebuah taman bunga buatan di depan ION. Lumayan lah duduk2, istirahat, kebanyakan jalan… =D sambil makan ice cream ;-P

Cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Sentosa. Pusat hiburan di Singapura. Ada apa di sana? ada Merlion Hill, galerinya Madam Tussaud (aq kurang tertarik, udah ngeri dengan hasil karya keluarga Tussaud ini), ada aneka arena bermain anak, ada Universal Studio Singapura, Water World,  resort, dan lain-lain. Malah ada Casino juga =(

Udah sore, capek jalan2, kami istirahat di atap Vivo City, ada kolam air. Lumayan buat mendinginkan telapak kaki yang panas seharian jalan =D

Habis itu bulik masih ngajak jalan2 di Vivo City… Hiks gempor… Sempat ikut keliling di Daiso Japan yang murah serba $2, habis itu nunggu di bawah pas mereka keliling =P

Sudah deh, akhirnya malam itu kami pulang naik feri terakhir jam 21.55. Alhamdulillaah… ^_^

Apa yang menarik di Singapura? Dari pengamatan sebagian kecil dari Singapura dengan waktu hanya sehari (sangat jauh dari valid =D), ini mungkin gambarannya:

  1. Ada aturan salah satunya no littering, dendanya $1.000.
  2. Menghargai waktu. Waktu itu di Singapura bukan hari libur, di stasiun kami kadang lihat pekerja ataupun anak sekolah. Mereka berjalan dengan tempo cepat. Tidak ada orang terlihat berjalan santai, apalagi sambil ngobrol. Malah jadinya agak sungkan mau sambil ngobrol atau sekedar ambil foto. Setelan eskalator pun cepat dibanding di Indonesia.
  3. Menghargai orang lain. Jangan heran kalau di MRT saling mempersilakan orang yang lebih tua, atau perempuan yang membawa anak untuk duduk di kursi. Di eskalator pun semua berdiri di sebelah kiri, memberi kesempatan bagi yang terburu2 untuk berlari menaiki tangga eskalator. Di jalan raya, pengguna kendaraan menghargai pejalan kaki. Ada yang masih nyeberang kelewat waktu, mobil2 bahkan tronton berhenti posisi belok untuk nunggu pejalan kaki, dan tidak ada suara klakson satu pun.
  4. Produktivitas manusia tinggi. Banyak hal yang bisa dilakukan mesin tidak harus ada manusianya, misal MRT. Banyak ditemui orang tua, mungkin usia pensiun bekerja sebagai cleaning service.
  5. Agak sulit mengajak orang Singapura untuk sekedar ngobrol berkenalan di pinggir jalan. Mayoritas orang Singapura pergi sendiri2, jarang lihat anak sekolah pergi berdua atau bertiga ataupun ibu2 dengan membawa seorang anaknya.

Kalau tanya pendapatku bagusan mana Indonesia sama Singapura? Untuk wisata, terutama wisata alam, Indonesia adalah yang terbaik. Aq masih berharap bisa jadi “anak seribu pulau” =D

Tetapi meskipun begitu, tetap ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari setiap perjalanan, setiap tempat. Pelajaran tentang kehidupan, pelajaran untuk lebih banyak bersyukur, pelajaran untuk lebih banyak bergerak. Bukankah kapal itu diciptakan bukan untuk berlabuh?

This is my first trip to Singapore. Hope someday I could learn another lesson in another places in Singapore and another country. Another day I would tell you some tips when you want to visit Singapore.

Tag:, , , , , , , , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Trackbacks / Pingbacks

  1. Tips Jalan-Jalan ke Singapura | Butir Pasir - Mei 27, 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: