Bukan Nakal Tapi Pintar

afwan-hanan

Sorry nih, postingan masih episode curcol😀

Kemarin aq habis bertamu ke rumah temen, ada 2 anaknya di sana, umur sekitar 3-4 tahun dan 1 bayi belum ada 1 tahun. Si kakak sangat usil sana sini, cari perhatian, klo pas gak diperhatiin ya ikut nimbrung aja. Jadi inget, di rumah juga ada 2 jagoan kakakku yang selisih umurnya mirip anak2nya temenku itu. Sama2 cowok dan kakaknya usil.

Cerita ponakanku aja ya… Dia salah satu yang paling deket denganku. Agak istimewa anaknya, usil, semua aktivitas dilakukan, dicoba. Biasa, di lingkungan kami yang mayoritasnya orang tua (maksudku di atas 50 th), ada yang kurang paham tentang fase2 anak, kadang si kakak, namanya Afwan (biasa dipanggil Appan) dibilang nakal.

Dalam hati sangat tidak setuju, tapi tentunya tidak bisa serta merta aq koreksi kan? Apalagi siapa toh aq, anak muda, belum punya pengalaman punya anak pula,,,ok, makanya curhat di sini aja.

Aq sih melihat si Appan dari sisi berbeda. Dia suka eksplore, punya banyak ide juga, meskipun sisi lain ego anak2nya sangat besar. Apalagi klo lagi merasa kurang diperhatikan. Mungkin sisi itu yang ditonjolkan dan dianggap nakal.

Tapi, yang kurang diperhatikan orang adalah sisi lain Appan. Dua hari yang lalu, dia ikut bapaknya ke rumahku (sebelahan sih..), pas bareng ada tamu. Di luar dugaan, Appan keluar masuk, ngitungin jumlah tamunya untuk dibuatkan minum. Habis itu keluar masuk, lihat ibu goreng tahu bakso, nanya ini itu. Tahu tahu baksonya buat tamu, dia gak minta, baru setelah ditanya, “mau ambil di dapur apa di depan?” baru dia mau ambil.

Gak selesai di situ, rupanya dia memperhatikan kamarku yang cukup berantakan karena ada barang dagangan yang baru datang dan belum diberesin. Dia bolak-balik nanya soal kamar yang berantakan, mau diberesin kapan, dsb. Agak geli dan bahagia nanggepinnya. Sengaja ku tinggal mengerjakan pekerjaan lain, dia bolak-balik terus, penasaran. Akhirnya kubilang, “ini mau diberesin. Mau bantu?” Dia seneng banget mau bantuin.

Ngeliat caranya beresin barang, terus ngatur boneka ini taruh sini, boneka yg itu sebelahnya, bantal taruh mana, buku taruh meja, dll membuatku mikir, anak ini ternyata punya sens kerapian juga ya… Jadi inget, klo pas mewarnai gambar, sekecil apapun gambarnya, dia gak mau kelewat garis.

Aha…jadi inget adekku, yang cukup rapi dan agak perfeksionis😀 (klo ada yg nganggep aq perfeksionis, adekku lebih lagi soal kerapian ;-P). Jangan2 Appan golongan darah A juga ya? Hehehee…

Sorry, tulisan gak beraturan, intinya melihat seorang anak itu, marilah kita lihat sisi baiknya, potensi yang dimiliki, syukur lagi klo bisa mengembangkan potensi itu. Sisi yang dianggap kurang baik, gak perlu ditonjolkan lah…karena jadi kesannya men-judge si anak. Hati-hati, bisa terbawa sampai dia dewasa.

Buat jagoan2ku, Afwan dan Hannan, semoga makin pinter dan sholih ya! ^_^ buat ponakanku yang lain juga

 

 

Tag:, ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

One response to “Bukan Nakal Tapi Pintar”

  1. rlin says :

    Aamiin…
    Setujuh!
    Mari selalu melihat sisi baiknya. Pada dasarnya semua anak itu hebat. Hanya kadang kita terlalu sibuk membenahi dan fokus pada kekurangannya sehingga potensi anak justru terabaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: