Indahnya Doa Pernikahan ala Rasulullah saw

Suatu ketika, salah seorang sahabat Rasulullah saw menikah, namanya ‘Uqail ibn Abu Thalib ra. Ada kegundahan ketika kawan-kawannya mendoakan, “Bir rafa’i wal baniin (Semoga bahagia dan banyak anak).”

Ia pun berkata, “Janganlah kalian katakan demikian, sesungguhnya Rasulullah saw telah melarangnya. Ucapkanlah, ‘Baarakallahu laka, wa baaraka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fii khaiir’ (Semoga Allah karuniakan berkah kepadamu, dan semoga Dia karuniakan berkah atasmu, dan semoga Dia himpun kalian berdua dalam kebaikan.”

Begitulah yang diajarkan Rasulullah saw saat mendo’akan orang yang menikah. Apakah do’a kawan-kawan ‘Uqail di atas salah? Tentu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, kita mungkin perlu mencermati lebih lagi.

Semoga bahagia, apakah hidup kita hanya perlu bahagia? Bahagia bagi diri sendiri ternyata belum tentu memberikan kemanfaatan lebih bagi sekitarnya. Apakah kemudian yang sedang diuji dengan kesedihan itu berarti tidak disayang Allah? Maka, tentu saja keadaan terbaik kita belum tentu hanya ketika kita bahagia. Karena bisa jadi ketika kita bahagia, kita malah melupakanNya, lupa mensyukuri nikmatNya, bisa jadi kita tidak bisa berempati kepada orang lain.

Banyak anak. Siapa yang setelah menikah tidak ingin mendapatkan anak keturunan? Tetapi apakah banyaknya anak menjadi jaminan kebahagiaan di akherat? Belum tentu. Jika banyak anak, bisa amanah dalam menjaga dan mendidiknya, menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah, tentu saja itu adalah aset, tabungan berharga untuk masa depan di akhirat. Tetapi jika banyak anak tidak bisa mendidik dengan baik, menjadi masalah bagi orang tua dan sekitarnya? na’udzubillah tsumma na’udzubillah… Lantas bagaimanakah dengan orang yang ditakdirkan untuk hanya mempunyai satu orang anak, atau sama sekali tidak punya anak? Apakah itu jaminan tidak ada masa depan di akhiratnya? Tentu tidak.

Maka sungguh indah do’a yang Rasulullah saw ajarkan. Barakallahu laka, semoga keberkahan terlimpah kepadamu, kepada sesuatu yang bersifat menyenangkan hati kita sebagai manusia. Wa baraka ‘alaika, dan semoga keberkahan terlimpah atasmu, di dalam sesuatu yang tidak atau tidak diharapkan oleh jiwa lemah manusia. Wa jama’a bainakuma fii khaiir, dan semoga Allah menghimpunkan kalian berdua dalam kebaikan.

Indah kan? Mendapatkan berkahNya pada hal-hal yang kita senangi, hal-hal yang membahagiakan jiwa, sekaligus memberikan keberkahan meskipun suatu saat kita berada dalam keadaan yang tidak kita sukai, bisa jadi sedikit musibah, sedikit rasa sakit, sedikit kekurangan atau kehilangan, dsb. Bagaimana pun, kita manusia tidak selalu berada dalam keadaan yang menyenangkan hati, pasti akan mengalami sedikit kesedihan, kesusahan, kekurangan, maupun kehilangan. Itu sudah dijanjikan Allah sebagai ujian untuk membuktikan iman orang-orang mukmin.

Tambah lagi, penggalan terakhir, semoga dihimpun dalam kebaikan. Semoga dalam setiap kebersamaan ada kebaikan. Semoga bersama menuju kebaikan, semoga kebersamaan membawa kebaikan juga untuk sekitar. Ini menyadarkanku kan sesuatu hal. Ada orang-orang yang diuji dengan ‘ketidakbaikan’ dalam pernikahannya. Bentuknya sangat beragam. Ada yang memaksakan untuk tetap bersama, tetapi ternyata tidak membawa kebaikan bagi mereka, bahkan menimbulkan kedhaliman bagi salah satunya atau dua-duanya. Ada yang ternyata perpisahan membawa kebaikan untuk masing-masing dan sekitarnya. Ada pula yang dipisahkan untuk kebaikan, kemudian dihimpunkan lagi oleh Allah swt dalam kebaikan seperti ‘Abdullah ibn Abu Bakar dengan istrinya. Maka, doa ini sungguh benar, dihimpun dalam kebaikan, hanya dalam kebaikan.

Sepenggal tulisan yang kubuat setelah membaca ulang buku-buku Ust. Salim A. Fillah ini, kupersembahkan untuk saudara-saudaraku yang sedang mempersiapkan pernikahan, baik dalam waktu dekat maupun belum tahu kapan waktunya, untuk yang masih ‘hangat’ pernikahannya, untuk yang sudah sekian tahun menikah, untuk yang banyak anak, juga untuk yang bersabar belum mendapatkan keturunan, maka dengan sepenuh jiwa kusampaikan do’a: “Baarakallahu lakuma wa baaraka ‘alaikuma wa jama’a bainakumaa fii khaiir...”

#memasuki 21 Ramadhan 1436 H

Tag:, , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: