Back-up

 

Bulan kemarin, terjadi gangguan pada Aplikasi SAS di laptop. Itu satu-satunya laptop kantor yang memang dikhususkan untuk keuangan. Aku tidak menyadarinya sampai ketika butuh untuk GUP, ada 1 proses yang tidak seperti biasanya saat pembuatan SPP. SPP bisa direkam dan sampai dicetak tidak bermasalah. Masalahnya ketika sampai pada pencatatan SPM. Selalu tidak bisa karena UP tidak dikenali.

Aku berusaha mencari permasalan dan mencari solusinya, tidak berhasil. Konsultasi via telepon dengan KPPN juga tidak berhasil. Hari berikutnya datang ke KPPN, CSR nya sampai berganti 3 orang dengan berbagai macam cara sampai mereka membongkar databasenya tetap tidak berhasil. Sampai sore tidak ada perkembangan, maka ini jadi pe-er kami. GUP pun tertunda.

Malamnya aku masih utak-atik terus. Sama saja. Akhirnya aku menyadari aku masih punya file back-up. Harus kucoba sampai menemukan posisi terakhir yang fungsinya berjalan baik. Aku buka folder back-up, ternyata back-up terakhir sudah lama, sekitar tanggal 10 maret. Alhamdulillah, restore berjalan baik, dan di tanggal itu aplikasi masih baik. Alhamdulillah…

Hanya saja jadi agak repot, aku harus input ulang semua transaksi, bukan hanya SPP dan SPM, tetapi yang banyak ya di aplikasi LPJ yang harian itu… plus udah lewat akhir bulan… Fiuhh…cukup melelahkan. Alhamdulillah…semua berjalan dengan lancar, GUP akhirnya sukses juga.

Baru aku sadar pentingnya back-up. Klo aku tidak punya back-up, berarti harus input dari awal di Bulan Januari. Klo aku lebih rajin membuat back-up, bisa jadi aku tidak harus input ulang dari Bulan Maret, mungkin hanya transaksi beberapa hari saja.

Ada yang punya pengalaman serupa? Yuk, kita ingat untuk rajin buat back-up😉

Sisi lain, aku menyadari tentang pentingnya back-up yang tidak hanya untuk aplikasi di pc atau laptop kita, tapi juga kehidupan pribadi kita. Kok bisa?

Bisa lah… hidup kita juga butuh back-up. Tapi back-up kita bukan sebuah file seperti di pc atau laptop. Tapi back-up kita adalah lingkungan kita.

Allah menciptakan kita dengan dilengkapi hati atau qolb yang bisa berbolak-balik. Ada kalanya kita menjadi sangat baik, ada kalanya juga tidak. Iman di hati kita juga kadang naik, kadang juga turun. Saat kita kurang baik atau iman kita turun, maka adanya back-up banyak berperan. Lingkungan yang baik, keluarga dan teman yang baik, akan mengingatkan kita saat kita lupa, lengah, terlena, lalai, ataupun khilaf. Dengan adanya back-up yang baik, maka saat iman kita turun, kita tidak akan terjun bebas. Klo back-up kita kurang baik, maka saat iman turun, kita bisa semakin terjerumus dan semakin jauh dari Allah swt.

Kita harus punya back-up yang baik, dan harus bisa jadi back-up yang baik pula untuk keluarga dan sekitar kita. Allah Maha Tahu bahwa kita makhluk yang lemah, maka Dia menyuruh kita untuk tidak sendiri, tapi saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Ingat sama Al-‘Ashr kan?

“Demi masa; Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian; kecuali orang-orang yang beriman, dan beramal sholih, dan saling menasehati dalam (menetapi) kebenaran, dan saling menasehati dalam (menetapi) kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Subhanallah… Allah Maha Tahu, Maha Baik, dan selalu memerintahkan kita pada hal-hal yang akan membawa kita dalam kebaikan. Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu allahu akbar! ^_^

Tag:, , , , , , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: