Berdaya Guna

Beberapa hari lalu, di rumah kami (aq, adek, dan ortu) diskusi tentang pekerjaan, topik yang paling sering dibahas karena adekku memang lagi jadi jobseeker. Bapak bicara tentang penghasilan, tentang lokasi tempat kerja, dsb. Wajar,,, hal yang dikhawatirkan seorang ayah pada anaknya. Jawaban manis yang kusuka dari adekku, aq lupa persisnya, tapi intinya dia bilang, dia pengin bekerja yang tidak hanya sekedar mendapatkan penghasilan, cukup untuk hidupnya sendiri, suka-suka sendiri, tetapi ada maksud lain, yaitu pengin menjadi seseorang yang lebih berguna dan bermanfaat buat orang banyak. Pasti akan lebih baik klo ilmu kita, keahlian kita bermanfaat untuk lebih banyak orang.

Alhamdulillah…adekku sudah resmi menjadi calon pegawai di PT. Dirgantara Indonesia. Aq tahu, dia selain punya passion di bidang penerbangan maupun antariksa, ada sisi di mana dia pengin menjadi bagian dari keselamatan orang banyak yang kelak akan menaiki pesawat buatan PT. DI, in syaa Allah🙂  Bukankah mesin terbang besar yang katanya terdiri dari lebih dari 3.000.000 bagian itu akan bermasalah jika salah satu bagiannya tidak sesuai/ tidak pas? Menjadi bagian dari keselamatan ribuan orang di masa depan, sepertinya sesuatu yang indah ^_^ Semoga barokah di setiap langkahnya ^_^

Inget diskusi waktu itu membuatku ingin menulis tentang berdaya guna. Berdaya dan berguna. Berdaya, memiliki daya atau kemampuan untuk mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Berguna, memiliki manfaat, mampu menjadi jalan kebaikan untuk orang lain. Berdaya dan berguna, berdaya guna. Kolaborasi yang bagus.

Klo setiap individu berusaha untuk bisa berdaya guna, maka tidak ada orang yang dengan santainya menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Miris lihat orang yang secara fisik sempurna, bisa digunakan untuk bekerja keras, tetapi lebih memilih untuk duduk-duduk di rumah, menggantungkan diri dari orang tua atau dari meminta-minta. Tidak juga perlu ada yang dengan dalih hidupnya dimanfaatkan untuk membantu orang lain, kemudian menjadikannya malas berusaha mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak pula ada orang yang dengan egoisnya hanya memikirkan diri sendiri, punya ini itu dalam hidupnya tapi lupa ada tetangga yang kelaparan, atau dengan seenaknya mengambil yang bukan haknya mengatasnamakan kerja kerasnya.

Ahh…it’s just what I thought… Ini adalah ujian, Allah menciptakan manusia bermacam-macam, menjadi ujian satu sama lain. Diriku juga masih jauh dari berdaya guna. Alhamdulillah…sudah tidak banyak bergantung pada orang lain, tapi masih jauh dari bermanfaat buat orang lain.

Ada temen yang punya nama yang indah, Mahanani yang artinya migunani (bahasa Jawa yang artinya berguna). Aku pun pengin jadi orang yang migunani. Bukankah sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat buat orang lain? Semoga bisa ^_^

Udah dulu ya… Buat yang baca, maaf mengurangi waktu untuk membaca hal yang kurang berguna ini. Hehehe…😛

Tag:, , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: