Episode Akhir November

Bulan November ini, sungguh banyak hal yang terjadi, di keluarga, di tempat kerja, dan juga lingkungan aktivitas sosialku. Banyaknya aktivitas menjadikan hati tak cukup kuat dengan tantangan yang harus dihadapi. Jadilah imanku naik turun dengan sangat cepat, sangat melelahkan.

Sabtu kemarin, tanggal 30, hari terakhir di Bulan November, alhamdulillah, Allah memberikan nikmat yang sungguh luar biasa. Pekan ketiga sejak dimulainya 5 hari kerja di kantorku, hari sabtu libur. Hari itu sengaja kupakai untuk mengantar beberapa surat undangan milik seorang teman yang dititipkan kepadaku. Kebetulan waktu hari kerja aku tidak bertemu dengan orang-orang yang mendapat undangan itu, jadi kupakai hari sabtu untuk mengantar sekaligus silaturahim.

Tekad bulat sejak hari jum’at. Bismillah…

Sabtu pagi sempat bimbang karena sejak bangun tidur kondisi ibu ngedrop lagi. Beliau bilang lemes, mau istirahat dan minta dikerokin. Beliaupun istirahat. Setelah selesai nyuci dan beres-beres rumah, alhamdulillah kondisi ibu sudah sangat mendingan. Aku pun bilang, sebenarnya ada agenda keliling silaturahim. Beliau bilang, alhamdulillah dah mendingan, ditinggal gak papa. Alhamdulillah…akhirnya perjalanan silaturahim keliling pun dimulai.

Beberapa teman yang kukunjungi sedang tidak berada di rumah. Alhamdulillah tetap bisa bertemu keluarganya. Ada yang hanya bertemu bapaknya, ada yang hanya bertemu ibunya, ada yang bertemu bapak ibu dan kakaknya. Subhanallah…mereka masih inget aku, dan sangat welcome dengan kedatanganku. Apalagi yang sampai lama tak bertemu, subhanallah walhamdulillah…

Bercerita dengan teman, dengan orang tua dan keluarga teman-teman mendatangkan kebahagiaan tersendiri di hatiku. Orang tua bercerita ini itu, banyak kesyukuran yang kurasakan. Subhanallah… semoga diri ini selalu bisa mensyukuri setiap nikmat dan setiap keadaan.

Waktu asar tiba ketika bapak menghubungi. Aku diajak silaturahim ke tempat saudara yang kebetulan ada anak yatim di sana. Aku pun segera meluncur pulang. Alhamdulillah kondisi ibu sudah sangat baik. Ibu pun ikut silaturahim dan sudah menyiapkan oleh-oleh sekadarnya.

Terbersit dalam pikiran, hari ini Allah sudah memberikanku banyak kebahagiaan, maka aku ingin membagikannya. Dalam perjalanan aku minta bapak berhenti mampir di sebuah toko, aku sekedar membeli es krim untuk anak-anak di tempat yang kan kukunjungi.

Ketika sampai tempat tujuan, ternyata anak-anak lagi ngaji. Baru bisa bertemu menjelang maghrib. Kubilang, “Shalat maghrib dulu ya, es-nya dimakan nanti setelah shalat.” Si gadis kecil yang yatim langsung bergegas, bahkan mendahului kami shalat. Dia selesai shalat reflek kupeluk anak itu, semoga jadi anak yang sholihah. Tak terasa air mataku menetes. Bukan, aku tidak bersedih, aku bahagia memeluknya. Dia hanya diam tercengang, kemudian tersenyum bahagia menyambut es krimnya.

***

Sungguh diri ini terlalu lama terkungkung dalam urusan dunia, sehingga terlupa dengan begitu banyak nikmat yang telah diterima. Ya Allah, Laa ilaaha illa anta subhanaka innii kuntu minadhdhalimiinallahummaj’alnaa minasysyakiriin

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: