Barokallah…

Barokallah…

Barokallah laka/kum…

Semoga keberkahan Allah terlimpah kepadamu…

Barokallahu ‘alaika/kum…

Semoga keberkahan Allah terlimpah atasmu…

***

Pagi tadi seorang bapak tua masuk ke kantorku menawarkan jajanan (untuk dijual tentunya). Awalnya sama sekali tidak ada keinginan untuk membeli makanan ringan yang dibawanya, anggaranku bulan ini perlu diirit untuk beberapa kebutuhan yang cukup besar yang akan segera kuhadapi. Apalagi makanan ringannya gak begitu menarik. Toh, aku juga gak biasa ngemil di kantor.

Tapi lihat wajah bapak itu yang tampak memelas, aku berpikir bahwa bapak ini punya keluarga yang harus dia nafkahi, kenapa tidak kubeli sedikit dagangannya ya? Akhirnya aku beli sebungkus untuk dimakan bareng temen2. Bapak itu pun pamit dan aku hanya berucap lirih “Barokallah…” Semoga dalam setiap rupiah yang diusahakannya mendatangkan keberkahan untuknya dan keluarganya.

Jadi inget, kakek tua pedagang pisang di Cihanjuang. Dulu aku sering berpapasan dengan beliau saat aku keluar asrama untuk membeli sarapan, beliau jalan kaki turun dengan dua keranjang pisang yang dipikulnya. Subhanallah, beliau kelihatan tua, kecil, ternyata kuat sekali membawa pisang sebanyak itu, dan beliau jalan kaki, kemungkinan untuk dibawa ke pasar Cimahi di bawah. Meski tak mengenalnya, aku sering mengucapkan barokallah untuknya. Sungguh, aku berharap dalam setiap tetesan keringatnya, usaha kerasnya, ada keberkahan mengalir untuknya dan keluarganya.

***

Aku suka dengan penggalan do’a itu. Apalagi ketika tahu maksud sebenarnya kenapa saat mendo’akan pengantin Rasulullah saw tidak mendo’akan agar banyak rezeki, atau banyak anak, atau menjadi bahagia, tetapi beliau mendoakan keberkahan. Keberkahan dalam hal-hal yang bermakna ‘kebaikan’ maupun ‘keburukan’ (sebenarnya semua hal dari Allah adalah kebaikan kan?) dan mengumpulkan pengantin dalam kebaikan.

Subhanallah…aku semakin suka dengan do’a itu. Maka do’a keberkahan jugalah yang paling sering kulantunkan untuk suamiku di pagi hari, berharap apapun aktivitasnya, hal menyenangkan atau menyedihkan apapun yang dihadapinya, sedikit atau banyak rezeki yang didapatkannya, sempit ataupun lapang waktu yang dimilikinya, semoga Allah senantiasa melimpahkan barokah-Nya. Meskipun aku tak bisa mencium tangannya sebelum berangkat kerja, semoga do’aku untuknya bisa membersamainya. Kadang sempat kusampaikan, pun kadang hanya terucap saat melihat fotonya dan setelah sholat Dhuha.

***

Friends, apapun yang sedang kauhadapi, senang ataupun sedih, perjuangan yang sangat sulit maupun terlihat mudah, pekerjaan  yang memusingkan pun yang mengasyikkan, pelajaran di sekolah/kuliah yang semakin menantang ataupun semakin meng’keriting’kan, niatkan semua dalam kebaikan, semoga Allah memberikan barokah-Nya.

Barokallahu lakum wabaroka ‘alaikum ^_^

Tag:,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: