Terapi Ikhlas

Seorang mahasiswa yang mengalami banyak kendala dalam kuliahnya, juga sampai dengan skripsinya berdiskusi dengan seorang calon psikolog. Sebenarnya keduanya adalah teman karib, mereka bertemu hanya untuk silaturahim, saling bertukar kabar dan cerita. Lalu, si calon psikolog menanyakan perihal temannya yang terkendala studinya. “Kamu punya masalah apa?”

Akhirnya terkuaklah ganjalan-ganjalan di hati sang mahasiswa. Tentang kekecewaannya terhadap orang tertentu, juga kejadian-kejadian buruk yang pernah dialaminya. Sang mahasiswa mengakui, bahwa dia sudah tidak merasa jengkel atau sakit hati dengan orang-orang yang pernah menyakiti perasaannya tersebut.

Ternyata menurut si calon psikolog, ganjalan-ganjalan yang terdapat di hati kita, rasa belum menerima keadaan yang memang menjadi kenyataan, masa lalu yang buruk, itu bisa mempengaruhi alam bawah sadar kita dan menjadikan kita sulit untuk maju. Ganjalan- ganjalan dalam hati kita ternyata akan mengganjal kesuksesan kita.

Ada kalanya kita (orang awwam) ketika mempunyai masalah dengan orang lain, maka kita berpikir dengan menyampaikannya kepada orang tersebut akan menyelesaikan masalah, atau akan mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapi. Akan tetapi pada kenyataannya tidak selalu demikian, apalagi jika kita menyampaikan dalam keadaan emosi (marah, kesal, atau sedih), bisa jadi akan menimbulkan masalah baru tanpa menyelesaikan masalah utamanya.

Terapi atau penyembuhan untuk masalah semacam ini yang utama berasal dari pribadi yang bersangkutan. Dia harus bisa membuang ganjalan-ganajalan di hatinya, mengikhlaskan semua hal, termasuk masa lalu buruk yang pernah dialami. Tentu saja proses terapi tersebut membutuhkan waktu, tidak instan.

Setelah mendengar cerita di atas dari seseorang, kemudian aku berpikir sendiri. Iya juga ya…kadang kita tidak sadar, faktor yang menghambat kesuksesan dan kemajuan diri kita sebenarnya ya diri kita sendiri yang kadang menyimpan perasaan dak enak, ganjalan terhadap seseorang atau sesuatu, atau bahkan masa lalu kelam yang pernah kita alami. Secara global, masalah yang dialami mahasiswa di atas sangat mungkin terjadi pada diri kita.

So, tidak ada salahnya kita mencoba dan berusaha untuk menggunakan terapi ikhlas dalam setiap permasalahan yang kita hadapi. Tentunya tetap berusaha/ikhtiar dan berdo’a.

Ikhlaskan hati, tingkatkan taqwa diri, semoga Allah segera memberikan solusi  ^_^

Tag:, , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

One response to “Terapi Ikhlas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: