Selezat Donat

 

 

Kali ini bukan lagi laper ato karena lagi pengin donat. Cuma pengin share buat temen2, sesuatu yang sempat terpikir ketika dalam proses membuat donat, yang kemudian ternyata menjadi pembelajaran tersendiri buatku. Kali aja tulisan pendek ini dapat bermanfaat.

Udah baca tulisanku Donatku Tanpa Telur beberapa waktu lalu? Ato temen2 udah sering buat donat sendiri? Ada bagian proses pembuatan donat yang menginspirasiku. Apaan tuh?

Setelah bahan-bahan dicampur menjadi adonan, adonan perlu diuleni sampai kalis. Proses ini bukan hanya sekedar mencampur, tetapi perlu tenaga, di mana adonan akan digilas-gilas dengan tangan, bahkan jika perlu adonan akan dibanting-banting, sehingga adonan menjadi kalis, tidak lengket di tangan, dan juga kenyal. Klo buat makhluk hidup kayaknya sadis banget ya…tapi begitulah caranya untuk mendapatkan hasil yang baik.

Setelah kalis, adonan harus diistirahatkan, didiamkan dulu beberapa saat ampai mengembang dengan sendirinya. Besarnya bisa sampai 2 (dua) kali lipat. But, proses tidak berakhir di situ. Adonan masih harus dipukul-pukul alias ditonjokin biar udara di dalamnya keluar. Setelah itu baru dibulatin sesuai kehendak si pembuat. Masih juga perlu didiamkan setelah itu. Donat belum siap digoreng, masih perlu dilubangi atau dicetak dan lagi-lagi didiamkan agar mengembang.

 

Baru setelah itu, adonan donat siap untuk digoreng. Ya iya lah…klo gak digoreng ya nggak enak dimakan. Hehee…:-D

Tadaa…donat siap disajikan dengan hiasan/taburan sesuai selera.

***

Nginget cara membuat tadi membuatku berpikir, kita ini kayak donat ya…Lho kok?

Iya, kita ini, manusia, klo pengin jadi manusia yang ‘lezat’ alias baik n berkualitas, maka kita pun akan diuji, akan mengalami proses yang berat seperti adonan donat. Ada kalanya kita diuji dengan ujian yang sangat berat, banyak fitnah, banyak godaan, banyak hal sampai berasa seperti dibanting-banting, sakit rasanya. Setelah itu, ada kalanya kita merasa ‘didiamkan’ oleh Allah swt, sepertinya apapun usaha dan ikhtiar kita tidak membuahkan hasil, doa-doa kita serasa gak didengar Allah swt. Eittss..tapi itu hanya perasaan kita, makhluk yang lemah. Sebenarnya Allah sedang memproses kita menjadi orang yang lebih baik, lebih berkualitas.

Ujian tidak sampai di situ, karena kita harus lebih bersabar menjalani ujian-ujian yang lain. Kadang ujian-ujian lebih berat terasa, pun terasa lebih berat lagi ketika ikhtiar-ikhtiar kita tak kunjung nampak hasilnya. Sampai-sampai jika keadaan semakin berat, pengin rasanya bilang, “Ya Allah, di mana kah Engkau? Aku mohon pertolonganMu,,,kepada siapa lagi hamba akan memohon jika bukan padaMu?” Hehee…mungkin mirip kayak gitu klo kita lagi supeerrr kepepet😀

Pernah ngalami seperti itu? Don’t worry, jangan khawatir, kita hanya perlu tambah sabar menjalani semuanya, dan kuatkan husnudzon kita kepada Allah swt, sesungguhnya Dia sedang memproses kita menjadi lebih baik, Dia menginginkan kita menjadi orang yang lebih baik lagi di hadapan-Nya, lebih ‘lezat’ ketika di akhir nanti.

So, tetap berjuang, tetap bersabar, tetap lakukan yang terbaik. Ok? InsyaAllah, hasil dari kesabaran kita di dunia akan menjadi  imbalan berupa syurga yang abadi di akherat nanti. Aamiin… ^_^

Ja…Ganbarimashoo!😉

 

Tag:, , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: