Karir Puncak

Adakah di antara kita punya keinginan sampai berada di puncak karir? Seperti apa bayangannya? Posisi apakah itu? Masing-masing dari kita pasti punya impian itu. Aku sendiri juga punya sebuah cita-cita yang sudah lama terpendam, sejak di bangku kuliah dulu. Aku ingin meniti karir sebagai ibu rumah tangga. Bagiku, itulah karier tertinggi seorang wanita, posisi yang sangat mulia.

Bukankah tugas utama seorang istri itu melayani suaminya, menjadikan rumah suaminya sebagai tempat yang menyenangkan bagi sang suami setelah lelah berjuang di luar rumahnya, dan menjaga sekaligus mendidik anak-anaknya? At least begitulah yang ada di pikiranku, dulu hingga saat ini.

Tentu saja, namanya cita-cita tidak selalu bisa dicapai dengan mudah, jalan yang dipilihkan Allah tidak selalu sama dengan keinginan kita, dan tentunya itulah yang terbaik buat kita.

Kadang terbersit rasa iri (astaghffirullahal’adhiim…semoga Allah mengampuni) saat lihat temen2 yang bisa mencapai karir puncak itu. Mereka bukan tak berpendidikan, bahkan mereka berpendidikan tinggi, cerdas, dan itu  modal besar untuk masa depan anak-anaknya. Ada yang mendampingi suaminya studi ke luar, ada yang nemeni suaminya bertugas di celebes, di papua, dan banyak tempat lain. Aku, ingin mendampingi suamiku, tapi belum bisa.

Memikirkan hal yang tak bisa kucapai kadang membuatku sedih. Aku pun berusaha mengubah cara pandangku.  Aku pun melihat ibuku, bukan ibu rumah tangga, tetapi meskipun punya profesi di luar tetap bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Buktinya ya salah satunya aku ini, anak yang baik kan? (Hehehee…sok ke-pedhe-an ya?😛 )

Maka akupun berusaha bisa mencontohnya. Aku yakin, ketika Allah memilihkan jalan ini untukku, ini adalah yang terbaik bagiku, dan insyaAllah, aku berharap melalui profesiku sekarang, ada sesuatu kebaikan yang bisa kuupayakan untuk orang banyak. Dan aku sangat bersyukur punya suami yang ngertiin posisiku, memberikan support dan tak jarang menyemangatiku ketika aku mulai lemah. Subhanallah walhamdulillah, thank you Allah…

Sekarang kami masih berjauhan, tapi aku yakin, insyaAllah, aku akan bisa mendampingi suamiku, mencapai karir puncakku di saat yang tepat. Sekarang, nyebar godhong koro, sabar sakwetoro

Ayo teman2, semangatlah untuk meraih cita-cita kita, juga karir puncak yang kita inginkan.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat:13)

Bismillahi…laa haula walaa quwwata illaa billah…

Ganbatte ne!😉

Tag:, , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: