Sabarlah, sebentar lagi…

Beberapa hari yang lalu, ada sebuah kejadian kecil yang cukup berkesan dan agak menyentak kesadaranku. Bukan peristiwa yang istimewa, bahkan mungkin sangat biasa. Ceritanya begini:

Waktu itu ibu dari teman sekantorku meninggal dunia. Rumahnya cukup jauh, di Kecamatan Bejen, Kecamatan yang dekat dengan Kabupaten Kendal. Dengan jarak yang lebih dari 40 km dari kantor, maka kami berangkat bersama menggunakan mobil kantor. Waktu itu kondisi badanku kurang fit,  jadi meskipun naik mobil, jaket kesayanganku (hadiah dari suami :-D) tetap kupakai. Seperti biasa, kunci motorku  ada di saku jaket.

Sesampainya di tempat tujuan, turun dari mobil aku lepas jaket, “kayaknya kurang sopan bertamu masih memakai jaket”, pikirku. Jaket kulipat, tapi tidak kumasukkan ke dalam ransel, hanya kusampirkan di tangan kiri.

Pulang dari takziyah, aku sama sekali tidak ingat, apakah jaket kupakai lagi atau tidak, atau kuletakkan di mana. Sampai kantor langsung buka laptop, meneruskan pekerjaan. Sekitar jam 17.30, siap-siap mau pulang, aku baru sadar, “lho, jaketku mana?”, pikirku. Kucari di mana-mana tidak ada. Bagaimana mau pulang, sedangkan kunci motor ada di saku?

Sempat kucari bersama 2 orang teman, di jok mobil, di dalam tas, di lemari, di beberapa tempat yang bahkan aku yakin gak mungkin ada, tetap tidak ada. Kutelpon teman yang ibunya meninggal, siapa tahu ketinggalan di sana. Dianya langsung jawab gak ada. Hatiku bertanya, terus di mana? Kok perasaanku tenang, aku merasa tidak kehilangan. Aku yakin jaket dan kunci itu masih ada.

Begini terus aku tidak bisa pulang. Aku telpon ayahku, minta tolong carikan duplikat kunci motorku klo ada. Ketika sudah sampai di kantorku dengan membawa 3 duplikat kunci motor, ternyata tidak ada yang cocok. Yang satu punya ayah, satu punya adekku, satu lagi motor yang dulu dah dijual. Yah… akhirnya ayahku nyariin tukang kunci. Alhamdulillah, bapakku bisa ketemu dengan tukang kunci yang sudah pulang ke rumah. Finally, aku pun bisa pulang dengan kunci dadakan itu.

Masih penasaran dengan keberadaan jaket dan kunci itu, tapi kok hatiku yakin jaket itu belum hilang. Ahh..sudahlah…ikhlaskan saja…toh kunci motor sudah ada dan aku juga masih punya beberapa jaket lain yang bisa kupakai.

Keesokan harinya aku sudah tidak mencari jaket. Temanku pun hanya sekilas membahas jaket itu, kami sepakat, mungkin jaket itu ketinggalan dan si empunya rumah belum tahu itu jaket milikku. Nanti klo emang masih rejeki ya kembali…

Selang dua hari, sopir kantorku membersihkan mobil, mau dipakai. Sopir kantor yang gak tahu klo aku kehilangan jaket karena waktu kejadian dia sudah pulang, ternyata menemukan jaketku. Jatuh dan terselip di bawah jok mobil, mepet dengan pintu sebelah kanan. Dia masuk ruanganku, “Mbak, jaket kecil ini punyamu ya?”. Subhanallah walhamdulillah… syukurku padaMu ya Robb, berarti jaket itu masih jadi rezekiku.

***

Setelah kejadian itu, aku jadi berpikir dan belajar beberapa hal, pertama aku perlu lebih bersabar lagi. Rezekiku tetap akan datang kepadaku, hanya saja datangnya tidak selalu secepat perkiraanku. Buktinya aku harus menunggu 3 hari meskipun sebenarnya jaket itu ada di mobil, dekat denganku.

Kedua, aku harus lebih berhati-hati, mengurangi kecerobohan dan keteledoranku. Adikku sempat ngasih masukan, “Kunci motornya dikasih gantungan yang gedhe, yang gak bisa masuk jaket, biar masuk tas. Jadi klo teledor lupa naruh jaket kan tetap bisa make motor.” Hmm…bagus juga, makasih masukannya. Cuma kayaknya gak praktis banget buat orang yang suka mobile sepertiku. But I apreciate. Thanks, Sist!🙂

Ketiga, just believe in Allah. Everything’s gonna be OK. Ketika aku yakin, percaya kepada Allah, semua kuserahkan kepada-Nya, Dia menunjukkan kebesaran-Nya, dengan memberikan ‘jatah’ kita dengan cara-Nya sendiri, yang tak selalu sama dengan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan.

***

Sedikit cerita kecerobohanku ini semoga juga bisa bermanfaat untuk banyak orang, dan menggugah kembali kesadaran kita untuk lebih bisa bersabar dan ikhlas dalam segala hal yang kita hadapi. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang lebih baik lagi dari masa ke masa.

Tag:, , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: