Seindah Air

Sebenarnya tulisan ini sudah ada lebih dari sebulan yang lalu, tetapi karena tidak pernah sempat akhirnya baru bisa muncul sekarang, saat aku benar-benar diuji untuk bisa seperti air.

Benda cair yang satu ini sangat istimewa. Keistimewaannya tidak diciptakan Allah swt tanpa tujuan. Buanyakk sekali kebaikan dan kemanfaatan yang Allah berikan kepada kita lewat keberadaan air. Bahkan sifat-sifatnya yang istimewa pun bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk menjadi insan yang lebih baik.

Berikut ini beberapa sifat air yang bisa kita renungkan sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita :

1.       Ikhlas

Air tidak pernah meminta, tidak mengharap balasan atau menuntut timbal balik dari makhluk yang telah memanfaatkan keberadaannya, untuk minum, untuk membersihkan diri, untuk manjadi sarana transportasi, untuk tempat hidup, dan sebagainya. Ia adalah makhluk yang memiliki sifat seperti yang Allah firmankan dalam salah satu ayat Al-Qur’an

“Innaa nuth’imukum liwajhillahi wa laa nuriidu minkum jazaa an walaa syukuura.”

Sesungguhnya kami memberi makan kalian untuk mendapatkan wajah (ridlo) Allah (swt) dan kami tidak mengharapkan balasan dan rasa terima kasih dari kalian.”

Begitulah Allah swt mengajari kita untuk berbuat segala sesuatu dengan ikhlas, hanya mengharap ridlo dari Allah swt. Tidaklah perlu kita mengharapkan kebaikan atau balasan dari perbuatan baik kita kepada orang lain, apalagi mengharapkan orang lain berterima kasih kepada kita. Karena pada hakikatnya, setiap kita berbuat baik, itu hanyalah karena pertolongan dari Allah yang telah memberikan kita petunjuk-Nya, yang telah menggerakkan hati, pikiran dan anggota badan kita dalam kebaikan. Maka pada-Nya kita layaknya selalu bersyukur.

2.       Lentur dan luwes

Dalam setiap gerakan dan alirannya, air selalu luwes dan lentur. Di sungai, ketika aliran air menemui batu, dia tidak akan memaksa batu itu untuk minggir atau keluar dari sungai, melainkan air lah yang akan membelokkan alirannya tanpa mengganggu batu dan kemudian setelah melewati batu, ia akan kembali kepada aliran semula, menuju tujuannya.

Ada baiknya kita meniru sifat ini. Jangan sampai niat baik kita kepada orang lain disalahartikan karena cara kita yang terlalu kaku dan cenderung memaksakan kehendak kita kepada orang lain.

Waktu kecil atau remaja dulu, pernahkah malas dan tidak melakukan suatu kebaikan hanya karena hal tersebut dipaksakan kepada kita? Padahal kita tahu apa yang dipaksakan itu sebuah kebaikan. Ego dalam diri sering kali mengalahkan akal sehat manusia untuk menerima suatu kebaikan.

So, kita perlu belajar, bagaimana agar kebaikan-kebaikan yang kita niatkan tidak menjadi sesuatu yang memaksakan, pun tidak menjadikan kita berhenti dari mengajak kepada kebaikan. Menjadi lebih lentur dan luwes dalam semua aktivitas kita.

3.       Tidak pernah diam

Air tidak pernah diam, selalu bergerak. Seperti yang kita pelajari di pelajaran IPA/Fisika, air selalu bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Air juga tidak menyia-nyiakan peluang untuk bergerak di tempat sekecil apapun. Ingat bagaimana air akan membasahi kain bahkan mengalir ke tempat lain ketika salah satu ujung kain dicelupkan ke air? Seperti itu pula air mencari celah, pori-pori kecil di bebatuan untuk dilewati. Maka tak heran jika sebuah batu yang basah bisa menjadi tempat yang nyaman untuk tumbuh lumut.

Saat berada di tempat yang lapang dan tenang pun sebenarnya air selalu mencari celah untuk bergerak. Di kolam, di danau, di manapun air tidak pernah menyia-nyiakan peluang, bahkan air selalu mencari peluang itu. Air selalu sabar dan istiqomah dalam mencari peluang untuk bergerak.

Keadaan yang terus bergerak menjadikan air jernih, bersih, dan sehat. Lihat saja bagaimana jadinya jika air tergenang di tempat yang tanpa celah (misal mangkuk plastik atau kaleng bekas) selama beberapa waktu. Pasti akan menjadi keruh, ditumbuhi lumut, dan tidak sehat.

Agaknya kita memang harus mencontoh makhluk Allah yang satu ini. Dengan kesabaran dan keistiqomahan untuk selalu bergerak, berusaha, tidak diam, insyaAllah kita akan menjadi manusia yang sukses dunia akherat. Rezeki tidak akan kita dapatkan hanya dengan diam berdzikir dan berdoa. Rezeki ada di tangan Allah, maka kita yang harus meminta dan mengambilnya. Bahkan untuk dekat dengan Allah pun kita harus bergerak. Bukankah berwudlu, sholat, tilawah Al-Qur’an, zakat, haji itu juga bergerak?

Jangan pernah berhenti. Karena berhenti adalah tanda kita berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah swt. “dan tidak berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.

Dan seperti air, ketika terus bergerak akan membuat kita bersih, sehat jasmani dan rohani. Lihatlah bagaimana orang yang malas bergerak, tidak mau olahraga lebih mudah mendapatkan penyakit. Selain itu, orang yang banyak diam, banyak menganggur, maka pikirannya akan tidak jelas, ke mana-mana, mudah su’udzon, mudah sakit pula hatinya. Tak terasa syetan akan menelusupkan penyakit iri, dengki, hasad, dll.

So, lets do everything we can do!

4.       Rendah hati

Sebagaimana sudah kita bahas di atas, air akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Dia mendekati dan masuk ke tempat yang lebih rendah, yang ada di bawah.

Seperti itulah salah satu sifat baik yang perlu kita lakukan. Lebih banyak bergaul, berdekatan, masuk ke kalangan yang lebih ‘rendah’ dari kita, bisa secara ekonomi, secara status sosial, secara ilmu, maupun hal lain. Tujuannya bukan untuk menunjukkan bahwa kita ‘lebih’ dari mereka, akan tetapi untuk mengingatkan diri kita bahwa kita harus lebih bersyukur daripada mereka, bahwa kita harus bisa melakukan kebaikan lebih banyak dari mereka.

Dengan berada dan bergaul di tempat yang lebih ‘rendah’ atau kurang daripada keadaan kita, semoga kita bisa melakukan lebih banyak kebaikan untuk mereka, lebih banyak berbagi, dan lebih banyak bersyukur.

5.       Kuat

Meskipun tampaknya halus, lunak, lentur, akan tetapi air menyimpan kekuatan yang besar. Ketika air berkumpul menjadi satu, air akan mengumpulkan kekuatan. Air yang penuh kebaikan dan manfaat, kekuatan besarnya bisa menghancurkan semua bangunan, menghanyutkan apa saja. Lihat saja bagaimana banjir, badai, tsunami bisa menghancurkan semuanya, yang hidup maupun yang mati. Bendungan besar yang dibangun dengan penuh perhitungan pun bisa jebol dan hancur oleh kekuatan air (dengan ijin Allah tentunya J).

Jika kekuatan besar itu dikelola dengan baik, maka kemanfaatan yang jauh lebih besar lah yang akan muncul. Pernah lihat PLTA? Air dengan debit besar bisa menggerakkan turbin-turbin generator yang besar, yang akhirnya listrik yang dihasilkan dapat menerangi kota-kota di sekitarnya.

Agaknya manusia pun seperti itu. Allah swt menciptakan kita dengan berbagai kekuatan, kekuatan fisik, kekuatan hati, kekuatan akal, dan sebagainya. Jika kita tidak berhati-hati dalam menggunakan kekuatan kita, maka kehancuranlah yang akan kita dapatkan. Akan tetapi jika kita bisa mengelola kekuatan kita, insyaAllah kita dengan ijin Allah akan mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi sekitar kita.

6.       Istiqomah

Air adalah makhluk yang istiqomah. Di mana pun air berada, di mangkuk, di gelas, di teko, di ember, di selang, di kolam, di mana pun berada selalu istiqomah dengan sifat-sifatnya. Dicampur dengan apapun, air tidak pernah kehilangan sifatnya. Gula bisa membuatnya berasa manis, garam membuatnya berasa asin, kopi mengubah warna dan menjadikannya berasa pahit, the dan coklat pun demikian. Akan tetapi semua campuran itu tidak akan mengubah sifat lenturnya, ikhlasnya, rendah hatinya, semuanya.

Bisakah kita seperti itu? Berada di mana pun, bergaul dengan siapapun, berpakaian model dan warna apapun tidak mengubah hati kita, iman kita, akhlak kita. Tetap bisa bertahan dengan warna celupan Allah (shibgotallah). Bismillah…semoga Allah selalu memberikan petunjuk-Nya dan kita tetap istiqomah sampai akhir hayat kita.

7.       Adaptif

Adaptif alias mudah beradaptasi adalah sifat baik yang dimiliki air. Air tidak kaku dalam memasuki tempat atau lingkungan baru yang berbeda dengan asalnya. Suhu air selalu menyesuaikan dengan lingkungannya.

Hmm…bagus juga ya klo misalnya kita bisa seperti itu. Bahasa kita, tingkah laku kita menyesuaikan dengan lingkungan mana yang kita masuki. Tentu saja dengan tetap memperhatikan batasan-batasan syariat.

8.       Solid

Solid di sini bukan dalam artian solid sebagai sifat fisika benda. Bukan dalam artian sebagai benda padat. Maksudnya solid di sini bahwa air selalu bersatu, kokoh ikatannya dengan sesama air. Ketika air dalam sebuah gelas dimasukkan ke dalam ember yang juga berisi air, maka tidak akan tampak air mana yang berasal dari gelas, dan mana yang asli berada di ember. Pun ketika warna atau rasanya berbeda, maka akan segera berbaur. Air tidak terkota-kotak.

Klo umat Islam bisa seperti ini, umat Islam seluruh dunia pasti bisa bersatu, tak peduli dari mana asalnya, apa warna kulitnya, apa bahasanya. Sebenarnya Allah swt sudah mengajari kita kesolidan seperti itu ketika kita sholat berjamaah. Tak peduli tua muda, miskin kaya, semua sama, semua bersatu, bergerak bersama-sama. Jadi inget Al-Hujurat ayat 13:

Wa ja’alakum syu’uban lita’arofuu..

dan sesungguhnya Kami ciptakan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kamu saling mengenal…

9.       Meredam luka dan memanfaatkannya

Pernah melemparkan kerikil ke dalam air? Apa yang terjadi? Yupp! Air akan terbelah, terbuka membentuk lubang di bagian yang dimasuki kerikil, hanya sebesar itu, tidak lebih kecil maupun lebih besar. Lubang itu pun tidak bertahan lama, hanya dalam hitungan detik atau lebih kecil dari itu.

Semakin banyak dilempari kerikil atau batu, reaksi air akan tetap sama, air tidak bosan untuk segera menutup kembali lubang yang terbentuk akibat masuknya batu. Dan semakin banyak batu atau kerikil yang dimasukkan, justru air dapat memanfaatkannya untuk menaikkan permukaannya.

Indahnya andai kita bisa belajar dan mencontoh sifat air yang satu ini. Karena hidup kita takkan pernah lepas dari ujian, maka akan selalu ada luka yang kita rasakan. Indahnya jika setiap rasa sakit yang kita rasakan, bisa segera kita tutup kembali tanpa bekas. Hilang semua rasa sakit, tidak ada bekas luka di hati, tidak ada dendam maupun ghill (rasa tidak suka) terhadap orang yang dengan sadar atau tidak telah menimbulkan luka. Jiwa yang pemaaf itu yang akan membuat hati kita tenang.

Lebih indah lagi jika dalam setiap ujian atau rasa sakit apapun justru membuat kita bangkit, membuat kita lebih bersemangat, membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan lebih dekat lagi kepada Allah swt. Dengan kata lain, naiklah derajat ketaqwaan kita kepada-Nya.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan air dengan segala sifat dan keistimewaannya J. Gimana, bersemangat untuk belajar darinya?

Sulit? Tentu saja. insyaAllah dengan rahmat dan petunjuk-Nya semua yang sulit akan menjadi mudah, semua yang berat akan menjadi ringan. Bismillaah… Allahumma innii rahmataka arjuu…

Ganbatte kudasai! ^_^

Tag:, , , , , , , , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

2 responses to “Seindah Air”

  1. Al-Mandawiy says :

    begitulah air mengajarkan keteguhan untuk selalu bergerak dan bergerak dalam keteguhan sifatnya..nice..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: