Sejarah Belum Berakhir

Dalam menjalani kehidupan, kita ini seperti seniman. Dalam setiap episode, dalam setiap langkah, kita seperti penulis yang terus menggoreskan tintanya, atau pelukis yang tengah menyapukan kuasnya di atas kanvas. Penulis atau pelukis hanya akan berhenti setelah tulisan atau lukisannya selesai. Pun seperti itulah kehidupan kita. Dalam setiap langkah, dalam setiap keputusan dan perbuatan, sebenarnya kita sedang menggoreskan tinta di lembaran hidup kita, melukiskan sejarah hidup kita. Kita baru akan berhenti ketika ‘kisah’ kita berakhir, saat kembali kepada-Nya.

Dalam goresan pena, dalam sapuan kuas, kita tidak bisa bebas dari kesalahan. Ada kalanya kita harus menghapus, mencoret, mengubah jalan cerita. Jika hidup kita adalah lukisan, ada kalanya kita menutup satu warna dengan warna yang lain. Demikianlah hidup kita. Kita akan selalu mengalami perubahan, baik ataupun buruk, naik maupun turun, kita akan selalu berubah. Ada yang bilang bahwa tidak ada sesuatu hal yang tidak berubah, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Kita, manusia, adalah al-insan, tempatnya salah dan lupa. Kita sendiri, orang tua kita, suami/istri kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita, teman dan sahabat kita, semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan, kecil ataupun besar. Jika kita tidak ingat kepada Allah Yang Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Maha Penghapus dosa, maka kita akan menjadi orang yang stress mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Kita akan berputus asa dan tidak mau memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan. Di sisi lain, kita akan mudah menghakimi orang lain karena kesalahan yang pernah mereka lakukan. Kita tidak melihat mereka sebagai sesuatu yang hidup, yang senantiasa berubah, tetapi melihat mereka sebagai sebuah benda mati yang tidak akan berubah. Akibatnya kita menjadi sulit memaafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita.

Di sini, tulisan ini semoga bisa mengingatkan kita untuk memandang diri kita, dan juga orang lain sebagai makhluk yang bisa dan senantiasa berubah. Jangan sampai kita berputus asa dan membenci hidup kita sendiri, tidak mau berbuat lebih baik karena mengingat kesalahan-kesalahan kita. Yakinlah Allah Maha Penerima Taubat bagi hamba-Nya yang bertaubat. Dan jangan sampai kita mudah menghakimi orang lain dan tidak mau memaafkan kesalahannya, karena mereka adalah mereka masih bisa berubah, masih bisa menjadi lebih baik, karena sejarah yang mereka tulis, sejarah yang mereka lukis belumlah berakhir.

Bencilah perbuatan buruk dan maksiat, tetapi jangan kau benci orang yang melakukannya.

Tentang semua ini, jadi inget sebuah hadits tentang penciptaan manusia yang bagian akhirnya,”… Demi Allah yang tiada Ilah selain Dia, sesungguhnya salah satu di antaramu kadang-kadang beramal dengan amalan ahli surga sampai-sampai jarak antaranya dirinya dengannya tinggal satu hasta, namun ia telah didahului oleh Kitab, maka ia melakukan amalan ahli neraka, lantas ia pun memasuki neraka. Sungguh, kadang-kadang salah seorang di antaramu beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengannya tinggal satu hasta, namun ia telah didahului oleh Kitab, maka ia melakukan amalan ahli surga, lantas ia pun masuk surga. “ (HR. Bukhari-Muslim)

Meskipun udah ada catatan di dalam Kitab-Nya, semua perubahan diri kita, kepada apa kita berubah, kembali kepada diri kita, kuatnya tekad dan besarnya ikhtiar kita. Bukankah Allah telah mengatakan,

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d:11)

So, friends, mari kita selalu memperbaiki diri dan perbuatan kita, karena sejarah kita belum berakhir😉

Semoga Allah ridlo dan menjadikan istiqomah dalam kebaikan, baik pula pada akhirnya.

 

Tag:, , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: