Jangan ditahan!

Bulan Ramadhan adalah bulan puasa. Puasa atau shiyam sendiri bermakna menahan. Menahan diri dari makan minum, berhubungan badan. Selain itu juga menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa, seperti perkataan kotor, ghibah, fitnah, dan sebagainya. Tapi ada hal yang jangan ditahan. Apakah itu?

Zakat, infaq, shadaqoh. Allah mengingatkan bahwa dalam rezeki yang kita dapatkan ada bagian milik orang lain yang harus ditunaikan, yang harus diberikan agar harta/rezeki kita menjadi bersih.

Apa akibatnya jika zakat/infaq/shadaqoh tersebut tidak ditunaikan kepada yang berhak? Bagaimana jika kita merasa bahwa semua rezeki yang kita adalah semata hasil kerja dan usaha kita, sehingga tidak ada hak orang lain di sana? Allah swt berfirman:

“Sesungguhnya Kami (Allah) telah menguji mereka sebagaimana Kami (Allah) telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahawa mereka akan memetiknya di pagi hari. Dan mereka tidak (mahu) menyisihkan (untuk orang miskin). Maka meliputi malapetaka daripada Rab (Tuhan) mereka ketika mereka sedang tidur. Maka jadilah ia seperti sudah dipotong. Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari. “Pergilah di waktu pagi ke kebun kamu jika kamu hendak memetiknya.”  Maka pergilah mereka sambil berbisik-bisikan. “Bahawa janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalamnya (kebun kamu) pada hari ini.” Dan berangkatlah mereka di pagi hari (dengan niat) menghalangi (orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya). Maka tatkala mereka melihatnya, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang yang sesat.” Bahkan kita adalah orang dihalangi (daripada hasilnya).” Berkatalah seorang yang baik fikirannya antara mereka: “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih?” Mereka mengucapkan: “Subhana Rabbina (Maha Suci Tuhan kami)! Sesungguhnya kami adalah orang yang zalim.”  Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain, saling menyalahkan. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kita! Sesungguhnya kita ini adalah orang yang melampaui batas.” “Mudah-mudahan Rab (Tuhan) kita memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik daripada itu. Sesungguhnya kita, kepada Rab (Tuhan) kita mengharapkan.” Seperti itulah azab. Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. (QS. Al-Qalam: 17 – 33)

Sebenarnya jika kita mau belajar tentang zakat, maka kita akan tahu bahwa harta yang wajib kita infakkan itu hanya sebagian yang sangat kecil jika dibandingkan dengan banyak dan berlimpahnya rezeki yang Allah berikan kepada kita. Dan kalau mau kita sadari, sesungguhnya zakat, infaq, sodaqoh itu akan kembali kepada kita sendiri dan akan membawa banyak kebaikan bagi kita. Apa yang kita infakkan itu termasuk bagian dari rasa syukur kita kepada-Nya. Nah, kalau begitu beruntunglah kita jika termasuk ke dalam golongan orang yang bersyukur:

“”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”  (QS Al Baqarah, 2: 261)

maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At-Taghabun: 16)

Nah, apalagi di Bulan Ramadhan, di mana semua kebaikan akan dibalas dengan pahala yang berlipat dibandingkan amalan sama yang dilakukan di bulan-bulan yang lain. Masih gak percaya? Baca lagi deh Khutbah Rasulullah menjelang Bulan Ramadhan.

Senyampang alias mumpung Ramadhan masih ada, kita masih punya kesempatan, ayo kita berlomba-lomba memperbanyak zakat, infak dan sodaqoh!

Jangan ditahan ya! ^_^

Tag:, , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: