Periksa mata lagi yuk…!

Pernah melihat sesuatu dan tampak buram, tidak jelas? Buat yang pake bantuan kacamata atau softlens pasti pernah. Benda yang dilihat tidak tampak jelas, kabur, dan tulisan tidak bisa dibaca. Kita pun tidak bisa mengenali benda yang kita lihat dengan baik.

Apa penyebabnya?
Ada beberapa hal yang bisa membuat kita merasakan pandangan tidak jelas:

  1. Cahaya yang terpantul oleh benda ke mata kita. Tentu saja, jika kita melihat di tempat yang redup, benda kurang jelas terlihat, apalagi jika sekitar benda tersebut gelap.
  2. Mata kita butuh alat bantu (kacamata atau softlens) yang tepat untuk bisa melihat jelas. Bisa jadi kita sudah memakainya, tetapi jika ukurannya kurang tepat, kita tidak akan bisa melihat benda dengan baik.
  3. Alat bantu lihat (kacamata atau softlens) kita kotor. Kotoran yang sangat mungkin menempel di lensa kita akan mengaburkan pandangan. Kotoran berupa debu-debu tipis kadang tidak kita sadari, sehingga pandangan kita terkotori debu-debu yang menempel.
  4. Kita melihat dari arah yang salah. Coba lihat sebuah benda, dari arah yang berlawanan dengan arah datangnya cahaya yang terang. Apa yang dilihat? Siluet atau bayangan benda itu saja. Dari siluet tersebut kita tidak bisa tahu pasti seperti  apa bendanya.

Nyamankah dengan pandangan yang tidak jelas? Tentu tidak!
So, how?
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali penyebab ketidakjelasan pandangan kita. Jika penyebabnya bukan no. 1 dan no. 4, maka kita perlu mengecek mata kita juga kacamata kita. Jika kacamata yang kotor, maka kita perlu membersihkannya. Jika kacamata kita sudah tidak sesuai, maka kita perlu segera mengganti lensanya dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan kita. (Aduh, ngomong apaan sih,,, gitu aja semua orang juga tahu ya! Hehee.. :-D)

Maaf ya, malah jadi belibet gini…
Yang pengin kusampaikan adalah “mata” kita. Mata yang membuat kita melihat dunia, melihat kehidupan ini. Mata hati kita.

Setiap hari kita melihat, menghadapi segala macam peristiwa, mulai dari yang membahagiakan, membuat tertawa, yang membingungkan, yang menyebalkan, membuat sedih, galau, dan sebagainya.   Bisa hal-hal tersebut bersinggungan dan berhubungan langsung dengan diri kita, bisa juga tidak.

Nah, dalam melihat segala peristiwa tersebut, kita tidak selalu memandangnya dengan jernih. Ada kalanya segalanya tak terlihat, gelap dan membingungkan. Ada kalanya ada yang mengganggu pandangan kita tapi tidak kita sadari, ada kalanya kita melihat dari arah yang tidak tepat.

Bingung??
Gini…misalnya saja ada saudara yang lama tidak bertemu kemudian bertanya, “Bekerja dimana?” atau “Sudah menikah belum?”
Buat orang yang melihat dengan jernih, pasti bisa merasakan pertanyaan di atas sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang saudara tadi, meskipun jawabannya adalah “Belum”.  “Mohon doa restunya semoga segera mendapatkan yang terbaik”, atau “Belum ketemu jodohnya” dengan tersenyum. Setelah itu biasanya akan dilanjutkan dengan saling mendoakan atau penyemangat.

Tetapi kalau pandangan lagi kabur, tidak jelas, maka jawabannya bisa jadi “Belum” dengan sinis, atau nggerundel di hati. Yang parah, bisa “Apaan sih tanya-tanya, emang apa urusannya?” Nah, lho, kok jadi marah. Atau “Gak usah ngurusin orang lain deh, urusin aja diri sendiri.” Ckckck… Astaghfirullahal ‘adhiim…
Orang yang melihat dengan pandangan yang tidak jelas, dengan hati yang tidak bersih, maka segala peristiwa di sekitarnya bisa dipandang sebagai sesuatu yang jelek, atau membahayakan dirinya. Dia akan bersikap defensif terhadap sikap orang lain.
Ini bukanlah suatu karakter yang tidak bisa diubah. Kita bisa jadi, suatu waktu mengalami hal yang demikian, siapa saja.

Kalau kita merasakan gejala-gejala mudah sensitif dengan peristiwa di sekitar kita seperti di atas, ada hal yang perlu kita benahi. “Mata” kita perlu diperiksa. Pasti ada yang tidak beres. Apakah mata kita? Apakah mata hati kita kurang mendapat cahaya? Apakah kacamata kita kotor, apakah perlu ganti kacamata? Atau kita perlu mengubah arah dan sudut pandang kita?

Mata kita, dalam melihat dunia dan segala peristiwa adalah hati kita. Dosa-dosa dan kesalahan kecil sering kali tidak kita sadari, tetapi sungguh sedikit-sedikit yang tidak kita sadari itu akan mengotori hati dan mengaburkan pandangan kita. Maka kita perlu sering-sering membersihkannya dengan banyak beristighfar.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat dosa, maka pada hatinya akan tertinggal setitik noda hitam. Jika dia bertaubat dari dosanya, maka hatinya akan dibersihkan  dari noda hitam tersebut. Namun apabila dia terus menambah dosanya, maka noda hitam tersebut pun semakin bertambah. Demikianlah maksud dari firman Allah swt, “Sekali-kali tidak, bahkan apa yang mereka lakukan tersebut akan menutupi hatinya.” (QS. Al-Muthaffifiin, ayat 14).” (HR. Tirmidzi)

“Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (dosa) atau menganiaya dirinya (dzalim), kemudian memohon ampun kepada Allah, niscaya ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisaa’ ayat 110)

Yuk, bareng-bareng kita periksa kembali hati kita, membersihkan lagi hati kita agar lebih mudah menerima cahaya petunjukNya, agar kita bisa melihat kehidupan dengan pandangan yang jernih ^_^
Semoga Allah berkenan melimpahkan rahmatNya kepada kita. Aamiin…

Tag:, , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: