Enjoy Your Party ^_^

Tulisan ini terinspirasi dari seseorang, yang kemudian teringat kepada beberapa orang lainnya.

Berawal dari perkenalanku dengan seorang pelajar bernama Parti. Mendengar namanya seolah terdengar seperti ‘party’ (pesta). Ah, pasti ada sesuatu yang menarik untuk kupelajari. Mengenalnya lebih dalam, ternyata banyak hal menarik dan bisa menjadi inspirasi bagiku.

Who’s she?
Dia seorang pelajar kelas 2 di sebuah SMA Islam di Temanggung.  Yang membuat dia istimewa di mataku, adalah perjalanan hidupnya. Dia dan adiknya menjadi yatim sejak ayah mereka meninggal ketika dia berusia kurang lebih 10 tahun. Sejak itu penghidupan mereka bergantung pada ibunya yang bekerja sebagai buruh lepas. Kadang ada pekerjaan, kadang tidak. Karena persoalan ekonomi keluarga, pendidikan mereka tidak berjalan semulus orang lain. Ada waktu kemudian dia dan adiknya harus membantu ibunya mencari nafkah.

Subhanallah,,,semangat mereka untuk terus melanjutkan sekolah, terus belajar dan meningkatkan kehidupan tidak surut begitu saja. Meskipun usianya saat ini kurang lebih 20 tahun ( kira-kira 3-4 tahun lebih tua dari teman sekelasnya), tidak mennjadikan dia minder. Dia tetap berprestasi, bahkan menjadi duta sekolahnya dalam sebuah event perlombaan antar sekolah. Dia pun tak ragu untuk ikut bergabung bersama temannya di OSIS. Dan hebatnya, dia tetap berusaha untuk bisa membantu ibunya mencari nafkah dengan berjualan kecil-kecilan. Adiknya sekolah di kota lain sambil bekerja.

Pelajar yang terbiasa berjalan kaki ke sekolah ini terlihat sangat menikmati hidupnya. Beraktivitas di OSIS, sepekan sekali ikut pencak silat, sepulang sekolah membungkus makanan kecil untuk dijual, dititipkan di warung, dan berbagai aktivitas lain untuk membantu ibunya.

Hidupnya adalah pesta, pesta amal, penuh kejutan, penuh keindahan rahmatNya.
Di situlah seni hidupnya, di situlah pesta kehidupan yang dia nikmati. Subhanallah…

***

Berkisah tentang Parti, membuatku teringat kepada seorang teman yang juga kehilangan ayah sejak kecil, bahkan lebih kecil lagi.
Dia, sebut saja namanya Hapsari, adalah anak ketiga dari tiga bersaudara yang lahir di Borneo. Sewaktu kecil ayahnya meninggal dunia, kemudian ibunya memutuskan untuk pindah, kembali ke Jawa. Di Jawa, ibunya bekerja, mendidik dan membesarkan ketiga putra putrinya sendiri. Ketiganya tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan baik hati. Ketiganya sering mendapatkan beasiswa kaena prestasinya, sampai mereka lulus dari jurusan favorit dari sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Ketiganya sekarang bekerja di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Perjalanan hidup Hapsari menuju kesuksesannya juga bukan perjalanan yang mudah. Penuh dengan perjuangan, dan kejutan yang membuatnya akan terus berjuang. Pun sampai saat ini.

Di saat Allah memberikannya kemudahan untuk mendapatkan fasilitas kehidupan dunia sekarang ini, Allah tidak membiarkannya berhenti bergerak dan berjuang. Usia pernikahannya sudah menginjak 4 tahun, tapi tidak ada tanda-tanda kehamilan. Setelah menjalani beberapa kali tes, ternyata dia alergi terhadap sperma suaminya. Saat ini dia dan suaminya menjalani terapi yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Setiap kali tes dan setiap kali terapi harus mengeluarkan uang dengan satuan juta.

Subhanallah,,,dia tidak larut dalam kesedihan atas keadaannya, tetapi dia dengan ceria tetap bergerak maju, berikhtiar mencari jalan keluar dalam setiap masalah yang dihadapinya. Dia pun tetap banyak beraktivitas di luar, berbagi kebaikan bersama orang lain.

Subhanallah,,,dia menikmati “pesta” kehidupannya.

***

Aku jadi berfikir, siapapun kita, bagaimanapun perjalanan hidup kita, pasti ada ujian dan masalah yang dihadapi. Setiap orang punya jalannya sendiri, punya “pesta”nya sendiri. Kenapa kusebut “pesta”? Karena penuh dengan kejutan-kejutan, yang akhir dari kejutan itu adalah sesuatu yang membahagiakan jika kita bisa menikmatinya.

Orang yang bisa menikmati “pesta”nya pasti akan merasakan kebahagiaan. Menikmati ujian hidupnya, “pesta”nya, berarti dia tidak larut dalam keadaan yang menimpanya, tetapi menjadikannya energi untuk berbuat dan bergerak lebih banyak, beramal dan berbagi lebih banyak, berikhtiar dan berjuang lebih keras lagi, serta menjadikan sabar sebagai kekuatannya.

Apa yang akan didapatkan? Kesyukuran, kesyukuran yang membahagiakan, sesuatu hal yang lebih patut lagi untuk disyukuri.

Who want to try?

Enjoy your party of life! ^_^

Renungan  sore hari
15 Rajab 1433 H

Tag:, , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: