Apakah hati kita seperti Bola Tahu Mercon?

Ada yang pernah makan bola tahu mercon? Tampilan luarnya seperti tahu pong bulat, tapi di dalamnya berisi sambal. Rasanya, tentu saja enak, apalagi buat cemilan sore sambil minum teh anget pas hujan. Hemmm…yummy ^_^

Eh, bukan itu yang mau kuceritain.
Beberapa waktu lalu aku melihat langsung pembuatan bola tahu mercon di rumah tetangga. Ketika proses penggorengan, ada sesuatu kejadian yang kemudian membuatku berpikir dan pengin nulis.

Pada saat digoreng dengan minyak yang sangat panas, bola tahu mercon yang semua hanya sebesar ujung kepala ibu jari tangan tiba-tiba whuss…mengembang menjadi sebesar bola pingpong. Beberapa detik kemudian muncul suara mendesis, Ssssh… yang diiringi berubahnya bentuk bola tahu. Ada tonjolan di satu sisi, seperti ada suatu benda yang bergerak mendorong dinding bola tahu hendak keluar. Aku tanya, “Apa itu?” “Itu karena sambelnya…karena kulit tahunya menggembung, isinya jadi ada ruang kosong, makanya sambelnya kepanasan terombang-ambing”, “Ohh…”

Aku jadi kepikiran, seperti itu jugakah hati kita saat di dalamnya banyak ruang kosong?
Banyak orang yang pikirannya penuh, tetapi hatinya kosong. Tak jarang mungkin hati kita juga seperti itu. Lelah, penat karena pekerjaan dan berbagai aktivitas sehari-hari, tapi kurang dimaknai, menjadikan hati kita capek. Apalagi ketika asupan gizi kita tidak seimbang dengan apa yang kita keluarkan. Akhirnya kita jadi stress, mudah marah, bahkan kepada orang-orang yang tidak tepat, seperti keluarga kita. Isi hati kita terombang-ambing tidak menentu, sulit mengokohkan langkah untuk maju ke depan, sulit memperbaiki diri, sulit mendekat pada Yang Maha Memiliki Kekuatan.

Belum lagi ditambah dengan permasalahan di luar yang kadang menyinggung egoisme diri kita. Tak jarang ada lontaran atau pertanyaan teman yang kurang berkenan, terasa sebagai sindiran, atau hal lain yang menyakitkan hati. Mereka yang salah atau hati kita yang perlu dibenahi?

Tentu saja yang pertama harus kita lihat adalah milik kita, hati kita. Bisa jadi karena hati kita banyak ruang kosong,  suhu yang panas membuat isinya terombang-ambing dan pengin keluar dari hati kita, pengin memuntahkan apa yang ada di dalam hati kita. Coba kita rasakan, ketika hati kita lebih banyak mengingat Allah, hati kita menjadi lebih tenang. Guyonan teman, bahkan sindiran orang lain pun tidak terasa menyakitkan,  bahkan bisa kita anggap sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang orang lain kepada kita.

Terus, bagaimana caranya biar hati kita tidak banyak ruang kosong?
Tentu saja dengan mengisinya dengan berbagai kebaikan, banyak mengingat Sang Pemilik hati, dan menjemput petunjuk hidup yang akan menerangi jalan kita.

Di manakah petunjuk itu berada?
Jadi inget ayat-ayat awal Al-Qur’an Surat Al-Baqarah yang artinya:
Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yang yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapatkan petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

So, mari kita perbaiki diri, bersihkan hati dan diri kita, dan berdoa semoga Sang Pemilik hati, Yang Membolak-balikkan hati, Yang memiliki petunjuk, berkehendak untuk memberikan cahaya kepada kita, memenuhi hati-hati kita dengan cahaya petunjukNya sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dan keselamatan di dunia dan akhirat, serta terbebas dari api neraka.

” Allah pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung mereka adalah syaitan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran) mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah:257)

Tag:, , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: