Mungkinkah kita hidup di luar bumi?

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan manusia untuk menguak berbagai ilmu Allah yang terhampar di angkasa luar. Berawal dari keinginan untuk mengetahui tentang Bulan, kemudian Matahari dan Tata Surya, semakin terkuak betapa besarnya, luasnya jagad raya ini menimbulkan rasa ingin tahu manusia yang lebih pula. Salah satu hal yang kemudian mendasari penggalian ilmu di angkasa luar adalah keberadaan planet atau tempat lain yang mungkin dijadikan tempat hidup bagi manusia.

Muncul berbagai rumor mengenai alien, makhluk angkasa luar yang sering digambarkan berpesawat UFO (Unidentificated Flying Object) berbentuk piringan. Bahkan banyak pula film yang mengambil tema ini.

Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan makhluk asing tersebut, yang pasti hal ini menunjukkan besarnya ketertarikan manusia terhadap kehidupan di luar angkasa.

Salah satu negara yang corcern terhadap pencarian ini adalah USA. Apapun kepentingan di balik semua itu, yang jelas NASA (National Aeronautics and Space Administration) punya negara itu sangat aktif melakukan penggalian pengetahuan di luar angkasa.

Beberapa waktu lalu NASA mempublikasikan beberapa planet di luar angkasa sana yang memungkinkan untuk dijadikan tempat hidup karena kemiripan sifatnya dengan bumi. Salah satu planet yang paling mendekati adalah planet Keppler-22b.

Kepler22b-artwork.jpg

Planet ini ditemukan oleh teleskop angkasa Kepler. Penemuannya diumumkan pada tanggal 5 Desember 2011. Planet ini sebenarnya ditemukan pada hari ketiga dioperasikannya Kepler pada pertengahan tahun 2009. Transit ketiga dilacaktemu pada akhir tahun 2010. Data pemastian tambahan diperoleh dari teleskop angkasa Spitzer dan pengamatan di darat. Jari-jari planet ini diperkirakan sekitar 2,4 kali jari-jari Bumi. Jaraknya 600 tahun cahaya dari Bumi. Kepler-22 mengorbit bintang tipe-G yang bernama Kepler 22.

Sejauh ini, massa dan komposisi permukaannya belum diketahui. Jika kepadatannya seperti Bumi (5.515 g/cm3), maka massa Kepler-22b akan tercatat sekitar 13,8 kali massa Bumi, sementara gravitasi permukaannya akan tercatat sebesar 2,4 kali Bumi. Jika kepadatannya seperti air (1 g/cm3), maka massanya akan tercatat sekitar 2,5 kali Bumi dan gravitasi permukaannya 0,43 kali Bumi.

Jarak Kepler-22b dengan bintangnya diperkirakan sekitar 15% lebih kecil daripada jarak Matahari dengan Bumi. Akan tetapi, kecerahan Kepler-22 25% lebih kecil daripada Matahari. Apabila tanpa atmosfer, rata-rata suhu planet ini diperkirakan sebesar -11°C. Jika di atmosfernya terjadi efek rumah kaca seperti di Bumi, rata-rata suhu Kepler-22b akan tercatat sebesar 22 °C (72°F).

Dengan pengetahuan sejauh itu, sudahkah kita bisa menentukan bahwa kita bisa hidup di luar Bumi?

Silakan punya pendapat masing-masing, tapi yang pasti Dialah Allah Yang telah menghamparkan Bumi (Al-Ardl) untuk kita tinggali.

Tag:, , , , , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: