Jadilah Pahlawan untuk Diri Sendiri!

Membaca ulang beberapa kisah sahabat Nabi Muhammad saw., membuat saya merasa tergerak untuk menulis, dan tergerak untuk menjadi pahlawan untuk diri sendiri, dengan menjadi diri saya sendiri.

Sekarang ini, mayoritas orang cenderung mem-‘beo’, mengikuti orang lain, berusaha meniru dan menjadi orang lain. Parahnya lagi, mayoritas orang (mungkin termasuk saya sendiri) lebih sulit menjawab ketika ditanya seperti apa dirimu? Apa potensi yang kamu miliki? Apa kekuranganmu? Hidupmu mau dibawa kemana?

Kita bisa melihat bagaimana orang kemudian mengidolakan orang-orang yang terkenal, termasuk selebritis dan mengikuti semua tingkah polah mereka tanpa arah dan tujuan, tanpa melihat mana yang baik dan mana yang buruk. Model rambut, cara berpakaian, bahkan cara hidup sering memaksakan diri mengikuti idolanya. Padahal jelas kemampuan dan kondisinya berbeda. Tak jarang terjerumus kepada menyalahkan takdir yang artinya menyalahkan Sang Pencipta karena ‘kekurangan’ yang dia miliki. Padahal lupa bersyukur bahwa dalam setiap diri Allah juga menitipkan ‘kelebihan’. Tidak sadar apa kelebihan kita? Itu karena lebih fokus pada kekurangan.

Kalau kita mau belajar dari hidup Rasulullah saw., dan para sahabatnya, subhanallah… banyak hal yang bisa kita pelajari. Lihatlah, mereka adalah manusia biasa. Mereka punya karakter yang sangat beragam. Ada kalanya mereka bercanda, saling berbeda pendapat satu sama lain, bahkan pernah ada yang hampir bertengkar, ada kalanya saling membela.

Rasulullah saw. sendiri sudah terkenal dengan kejujurannya dan akhlaknya yang mulia sebelum diangkat menjadi rasul. Ada Abu Bakr Ash-Shidiq yang sangat kuat imannya, lembut hati dan perasaanya. Ada Umar bin Khattab yang keras dan tegas membedakan antara haq dan bathil. Ada Utsman bin ‘Affan yang pemalu, ada Ali bin Abi Thalib yang cerdas dan lincah ceria, ada Abdurrahman bin ‘Auf yang sangat dermawan, ada Hudzaifah sang intelejen yang aman menyimpan rahasia, ada Bilal bin Rabah sang mantan budak Habsyi yang menjadi muadzin Rasulullah, ada Mush’ab  bin Umair yang pintar berdiplomasi, ada Khalid bin Walid pedang Allah, ada Salman Al Farisi sang ahli strategi, Zaid bin Tsabit yang ahli bahasa dan kesekretariatan, dan banyak lagi sahabat yang unggul dengan kelebihannya, potensinya. Bahkan pun ada yang nyaris tak terkenal seperti sang pemilik hati yang tak pernah ada rasa iri, dengki di dalamnya. Subhanallah….

Masing-masing mereka adalah orang yang berbeda dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Tetapi yang membuat mereka tetap dikenang dan dijadikan pelajaran bagi orang-orang setelah mereka adalah karena mereka mengenali potensi dan kelebihan masing-masing. Mereka beramal maksimal sesuai dengan potensi dan kelebihan masing-masing. Mereka mengambil peran sesuai perannya.

Ah, jadi teringat pada beberapa sosok sahabat yang punya keistimewaan dalam amalnya. Ada yang sangat sibuk, tapi tilawah (bacaan) Al-Qur’annya tak kurang dari 3 juz/hari. Ada yang selalu istiqomah dengan shoum senin-kamis dan berbuka hanya saat berada di rumah orang tua untuk menghormati ibu yang memasak untuknya atau ada udzur. Ada yang selalu tersenyum seberat apapun masalah dan beban yang dihadapinya. Mereka tetap manusia biasa, tetapi bisa istiqomah dalam amal dan kebaikan yang menjadi unggulannya. Subhanallah….

Kata salah seorang teman, kalaupun kita tidak menjadi pohon kokoh dan rindang yang mengayomi, cukuplah menjadi semak berkayu yang mengamankan. jika tak bisa jadi semak kayu, cukuplah menjadi rumput yang lembut yang mengamankan dan memantapkan pijakan kaki.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengenali potensi, kelebihan dan kekurangan kita? Sudahkah beramal dan bekerja sesuai dengan potensi yang kita miliki. Ayo, kita gali diri kita lebih dalam, agar kita bisa menanam tanaman yang tepat, bermanfaat dan menjadi yang terbaik dari dan bagi diri kita. Dengan begitu, kita akan menjadi pahlawan, pahlawan bagi diri kita yang menyelamatkan dari kesia-siaan hidup.

Fokuskan untuk mensyukuri nikmatNya yang ada pada diri kita, maka hati menjadi tenang dan bahagia, dan

Just do our best, let Allah do the rest ^_^

Ganbatte kudasai!

Cihanjuang, 1 Ramadhan 1432 H

Tag:, , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

5 responses to “Jadilah Pahlawan untuk Diri Sendiri!”

  1. dearKUR says :

    yaah, setuju…
    tapi, bukankah untuk menjadi diri sendiri, awalnya juga dengan meniru…??

    salam kunjung..🙂

  2. dearKUR says :

    meniru >> berpikir >> tercipta hal baru…

    haa, saya suka dengan pepatah
    “Cara paling efektif untuk berpikir kreatif adalah dengan meniru cara berpikir orang kreatif”

    kalo cuma meniru, tak akan ada hal baru tercipta…
    setuju dengan anda…😀

  3. Angka Wahyudi says :

    Menurut saya “Jadilah pahlawan bagi diri” adalah bagaimana kita bisa mengenal diri sendiri, merubah karakter dan sifat kita menjadi lebih baik. Mengembangkan yang sudah baik pada diri kita dan merubah yang tidak baik menjadi lebih baik.
    Tidak masalah kita mengidolakan orang lain, yang penting itu membawa kearah kebaikan.
    Tidak apa-apa kita meniru gaya dan sikap orang lain, yang penting itu baik dan cocok bagi kita. Karena hidup kita adalah dari belajar dan meniru, yang penting semua itu membawa kita kearah kebaikan bukan kejelekan.
    Karena yang menilai kita adalah orang lain.
    Secara jeleknya orang bisa mengartikan “Jadilah pahlawan bagi dirimu” yaitu, orang tersebut bersifat Egois, tidak peduli akan lingkungan dan orang sekitarnya dan kurang memiliki tenggang rasa.
    Maksud sebenarnya dari “Jadilah pahlawan bagi dirimu” adalah “Merubah diri sendiri menjadi lebih baik”, bukan saja bagi diri sendiri tapi juga bermanfaat bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: