Logam

Kuliah Teknologi Mekanik memaksaku belajar sedikit tentang logam. Sesuatu hal yang baru yang tak pernah kukenal. Sayangnya aku bukan lagi mahasiswa yang semangat untuk belajar hal baru (padahal zaman mahasiswa dulu juga ga semangat belajar sich..:-p). Alhamdulillah waktu itu pikiranku lagi agak lapang, jadi biar ga mudah lupa kusambungin aja dengan kehidupan manusia.

Hal pertama yang kupelajari dari logam adalah sifatnya. Sifat pertama adalah ketidaksempurnaan logam. Logam dalam proses pembentukannya mengalami pendinginan dari bentuk cairnya menjadi padat. Proses pendinginannya mengubah dari cair menjadi padat secara bertahap. Pada awalnya ada pembentukan butir logam yang kemudian masing-masing butir meluas dan akhirnya terhubung satu sama lain. Nah, di sinilah didapatkan bahwa tidak ada logam yang sempurna. Setiap batas antar butir menimbulkan dislokasi atau hole. Adanya pengotor pada proses pendinginan juga menyebabkan adanya ketidaksempurnaan struktur atom logam. Hal ini berlaku pada semua logam, baik didinginkan dengan pelan-pelan maupun dengan cepat.

Hal itu membuatku berpikir tentang manusia. Tidak ada manusia yang diciptakan sempurna. Pasti punya kekurangan. Ada yang kekurangannya nampak karena berhubungan dengan fisik, ada yang tidak nampak karena berhubungan dengan psikis, kecerdasan ataupun yang lain. Hal ini mutlak berlaku pada manusia di mana pun dia dilahirkan dan dibesarkan, dari suku bangsa mana pun.

Meskipun begitu, hole-hole dan dislokasi-dislokasi pada struktur atom logam bisa diminimalisir. Kualitas logamnya bisa ditingkatkan dengan berbagai macam perlakuan. Bisa dengan tempaan keras, pemanasan dan pendinginan dalam waktu singkat, maupun perlakuan yang lain. Buat struktur atom yang sudah tetap, itu bukan sesuatu hal yang mudah untuk menggeser hole maupun dislokasinya. Ada pemaksaan dalam hal ini. Dengan seperti ini, ketidaksempurnaan logam bisa menjadi kekuatannya. Meskipun jika perlakuannya tidak tepat bisa mengakibatkan logam itu menjadi getas dan mudah patah, rusak.

Seperti itu juga manusia. Kekurangan dan ketidaksempurnaan manusia bukannya tidak bisa diubah. Kekurangan bisa diminimalisir, ketidaksempurnaan bisa dikurangi. Caranya? Dengan ujian dan cobaan hidup yang menempa dirinya. Bisa jadi secara fisik tidak banyak berubah, tetapi kemampuan jiwa dan mentalnya menjadi lebih baik, bisa memanfaatkan kekurangannya menjadi kelebihannya. Bukan sesuatu hal yang mudah untuk mendapatkan tempaan, cobaan dan ujian hidup. Ada pemaksaan di situ. Tetapi dari situ akan muncul kekuatan baru yang membuat manusia menjadi lebih baik, lebih sempurna. Tetapi juga harus hati-hati dalam menjalani ujian hidup, jika salah melangkah maka akan menjadikannya mudah ‘patah’, mudah putus asa dan menyerah. Sunnatullah bahwa setiap manusia akan diberikan ujian dan cobaan sebagaimana firman Allah, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (TQS. Al-Baqarah : 155)

Sifat kedua yang istimewa dari logam adalah bahwa logam itu berkilau. Lihat aja di sekitar kita, benda yang terbuat dari logam pasti berkilau dan lebih memantulkan cahaya daripada benda lain yang terbuat dari bahan bukan logam. Bener kan?

Apa yang menyebabkan logam berkilau? Bukankah logam dibuat dari materi yang seperti lumpur? Bukankah asal besi misalnya berwarna seperti karat?

Logam tersusun atas atom-atom yang menyusunnya. Seperti kita tahu, atom terdiri atas inti atom dan kulit atom. Di lapisan kulit atom terdapat elektron-elektron yang mengelilingi inti atom. Nah, pada logam, elektron di kulit terluarnya selalu bergerak mengelilingi inti atomnya, dan saling berpindah mengelilingi inti atom yang lain. Dengan kata lain, elektron-elektron pada kulit terluar atom penyusun logam saling bekerja sama untuk mengelilingi inti-inti atom. Pergerakan cepat dan selalu berpindah ini yang menyebabkan logam nampak berkilau. Jika kilau dari logam mulai pudar, apa yang bisa dilakukan? Gosok-gosok dan bersihkan logam itu maka akan kembali bersinar, karena gosokan akan mengaktifkan kembali elektron-elektron yang mulai ‘malas’ bergerak di sekelilingnya.

Manusia pun bisa berkilau seperti logam. Bukan berarti harus memakai kostum yang terbuat dari logam seperti Satria Baja ***** lho… Manusia bisa berkilau, nampak lebih daripada manusia lain di sekitarnya. Caranya kita cukup belajar dari logam. Gerakkan apa yang kita punya, potensi dan kelebihan kita untuk memberikan kemanfaatan bagi lingkungan sekitar kita. Biar lebih berkilau lagi, saling berbagi dengan orang lain yang juga menggerakkan diri untuk bermanfaat buat sekitarnya. Berjamaah, berkomunitas, bersama-sama, terorganisir. Dengan begitu ‘kilau’nya tidak mudah pudar. Jika mulai pudar, jika kita mualai malas ‘bergerak’, maka ‘gosoklah’ diri kita, paksa diri kita untuk tetap bergerak dan bermanfaat, maka kebaikan dan kelebihan kita tidak hanya untuk kita nikmati sendiri. Ada nilai lebih di sana. Nilai lebih dari ‘bergerak’ bersama orang lain adalah adanya orang yang mengingatkan ketika mulai malas, bisa saling menopang dan bekerja sama.

Kalo kita mau mengingat dan mempelajari lagi, sebenarnya ‘gerak’ seperti apakah yang akan membuat kita lebih berkilau? Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Imran ayat 104, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Bismillah…semoga kita termasuk orang yang selalu lebih baik dari waktu ke waktu.

Tag:, , , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: