Jadilah Teko Besar

Setiap manusia diberi kemampuan yang berbeda-beda. Masing-masing adalah makhluk unik dan tak ada satu pun yang menyamai, bahkan orang-orang yang dilahirkan kembar identik pun tidak diciptakan sama seperti saudara kembarnya. Maha Besar Allah Yang Maha Menciptakan makhluknya dalam berbagai rupa dan kemampuan.
Setiap manusia dilahirkan bersamaan dengan kelebihan dan kekurangannya. Dengan kelebihan, kekurangan dan segala kemampuan yang diberikan kepadanya, manusia diberi tanggung jawab untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Manusia diberi amanah menjadi khalifah di bumi. Artinya, manusia diberikan kekuasaan dan kemampuan untuk mengolah bumi, memanfaatkannya, sekaligus tanggung jawab untuk menjaganya dari kerusakan.
Apapun yang dilakukan manusia dengan kemampuan yang dimilikinya, yang dipimpinnya, akan dimintai pertanggungjawaban. Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban…”
Manusia yang memanfaatkan segala kemampuannya dengan baik, bersyukur atas nikmatNya dengan menggunakan nikmat-nikmatNya di tempat yang baik akan mendapatkan balasan terbaik, yaitu surga, sebaliknya bagi yang tidak bisa menggunakan kemampuannya dengan baik dan menggunakannya untuk berbuat kerusakan akan diberi balasan neraka.
Pertanggungjawaban yang akan diminta kepada manusia tidaklah sama satu sama lain, karena kemampuan tiap individu berbeda. Orang yang ber-IQ 90 tidak akan dimintai pertanggungjawaban yang sama seperti yang ber-IQ 130. Orang yang punya harta 100 ribu tidak akan dimintai pertanggungjawaban yang sama dengan orang yang punya harta 100 milyar. Semua manusia akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan kadar kemampuannya masing-masing.
Sebesar apakah tanggung jawab kita? Tanyakan pada diri kita sendiri. Seberapa kemampuan kita? Apakah kita seperti orang badui yang untuk mendapatkan surga cukup dengan melaksanakan rukun Islam? Atau kita mempunyai kemampuan lebih sehingga mendapatkan tanggung jawab yang lebih dari tanggung jawabnya orang badui? Apakah kita termasuk orang yang ikut bertanggung jawab dalam dakwah? Dalam jihad? Kita sendiri yang tahu.
Hal ini bukan berarti kemampuan kita tidak bisa berubah. Atau malah kita menjadi takut untuk memperbaiki diri, menambah ilmu karena takut tanggung jawab besar yang menanti dengan ilmu yang kita miliki. Menuntut ilmu, mencari harta, harus kita upayakan, karena Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu mengubah keadaannya sendiri. Jangan takut untuk maju dan terus memperbaiki diri, menambah ilmu. Karena ketika kita mempunyai kemampuan yang lebih, peluang kita untuk melakukan kebaikan pun menjadi semakin besar. Yang artinya tabungan kita untuk ke surga pun bisa bertambah dari banyak arah.
Kita ibarat tempat air. Ada berbagai macam bentuk dan ukuran. Ada gelas, cangkir, teko, tempayan, dan sebagainya. Bahannya pun bermacam-macam. Ada yang indah seperti kristal, ada yang ringan seperti plastik, ada yang tebal, ada yang tipis dan mudah pecah. Ada yang daya tampungnya sedikit, ada yang sedang, dan ada yang muat banyak. Ada yang menjadi tempat mengalir saja, ada yang tidak mengalirkan ke tempat lain.
Nah, seperti apa kita sebaiknya?
Seperti teko besar. Teko besar mempunyai daya tampung yang cukup besar, tetapi dia tidak berhenti menampung untuk dirinya sendiri. Teko akan memberikan apa yang ditampungnya ke tempat lain yang lebih kecil, dan yang membutuhkan. Ketika isi teko akan habis, dia bisa diisi lagi.
Jadi, manusia yang seperti teko adalah manusia yang tidak hanya hidup dengan segala kemampuannya untuk dirinya sendiri, tetapi ia selalu berbagi dengan orang lain di sekitarnya. Dia tidak akan membiarkan orang lain yang membutuhkan begitu saja, karena ia akan berbagi. Dia pun akan selalu haus. Haus untuk mencari ilmu dan terus memperbaiki diri. Karena dengan begitu dia akan bisa lebih banyak berbagi.
So, sudah siap jadi teko besar?
Tampunglah sebanyak-banyaknya dan berbagilah sebanyak-banyaknya.

Tag:, , , , , , , ,

About ryu1nayumi

Sebutir pasir yang berharap bisa bermanfaat untuk makhluk lain

2 responses to “Jadilah Teko Besar”

  1. bustanul says :

    wah hebat juga ni mbak uut,, penuh dengan puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: